Trump Akui Kedaulatan Israel atas Golan

Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump pada Senin (25/3) secara resmi mengakui kedaulatan Israel atas Dataran Tinggi Golan, membalikkan dekade strategi AS.

Pengumuman itu muncul ketika Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu mengunjungi Gedung Putih, kunjungan yang dipersingkat setelah roket dari Gaza, Palestina, mengenai sebuah rumah di Israel tengah yang melukai tujuh orang.

Dekrit Senin itu meresmikan pernyataan Trump pekan lalu yang mengatakan, sudah waktunya bagi Amerika Serikat “untuk sepenuhnya mengakui” kedaulatan Israel atas Golan, demikian Al Jazeera melaporkan.

“Hari ini, tindakan agresif oleh Iran dan kelompok-kelompok teroris di Suriah selatan, termasuk Hizbullah, terus menjadikan Dataran Tinggi Golan berpotensi sebagai tempat peluncuran serangan terhadap Israel,” kata Trump bersama Netanyahu di Gedung Putih.

“Ini adalah waktu yang lama dalam pembuatan. Ini seharusnya sudah dilakukan banyak presiden lalu,” katanya.

Israel merebut banyak Dataran Tinggi Golan dari Suriah selama Perang Enam Hari 1967 dan kemudian secara efektif mencaploknya pada tahun 1981, sebuah langkah yang tidak pernah diakui oleh masyarakat internasional.

Kementerian Luar Negeri Suriah menyebut keputusan AS mengakui kedaulatan Israel atas Golan sebagai “serangan terang-terangan terhadap kedaulatan dan integritas wilayah” Suriah, kantor berita nasional SANA melaporkan. (T/RI-1/RS2)

 

Mi’raj News Agency (MINA)