Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump Klaim Iran Setujui Gencatan Senjata 2 Pekan, Serangan Dihentikan Sementara

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Rabu, 8 April 2026 - 06:43 WIB

Rabu, 8 April 2026 - 06:43 WIB

11 Views

Presiden AS Donald Trump (Foto: X )

Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump mengklaim Iran telah menyetujui gencatan senjata sementara selama 2 pekan ke depan.

Keputusan tersebut diumumkan hanya beberapa saat sebelum tenggat serangan besar yang sebelumnya diancamkan Washington.

Trump menyatakan, penghentian serangan ini berlaku dengan syarat Iran membuka kembali Selat Hormuz secara “penuh, segera, dan aman,” sebagai jalur vital distribusi energi dunia. Channel News Asia melaporkan, Rabu (8/4).

Trump menyebut gencatan senjata ini sebagai “kesepakatan dua arah”, yang berarti baik pihak AS maupun Iran akan menahan diri dari aksi militer selama periode tersebut.

Baca Juga: Lebanon dan Israel Sepakat Gelar Negosiasi Langsung Usai Pertemuan di AS

Sementara itu, hingga berita ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari Pemerintah atau delegasi Iran.

Langkah tersebut disebut atas inisiatif dari Pakistan yang berupaya meredakan konflik melalui jalur diplomatik.

Trump mengklaim sebagian besar isu utama antara kedua pihak telah menemukan titik temu, sehingga masa jeda dua pekan ini diharapkan dapat dimanfaatkan untuk merampungkan kesepakatan yang lebih permanen.

Perang antara AS-Israel dan Iran sendiri telah berlangsung sejak akhir Februari 2026, dipicu serangan militer gabungan terhadap sejumlah fasilitas strategis Iran.

Baca Juga: Rusia Masih Skeptis terhadap “Board of Peace” Gaza Usulan Trump

Sejak itu, Iran melakukan serangan balasan ke berbagai target di kawasan, termasuk wilayah Israel dan pangkalan militer AS, yang memperluas konflik di Timur Tengah.

Meski demikian, gencatan senjata ini masih bersifat rapuh, mengingat perbedaan tuntutan kedua pihak yang belum sepenuhnya terselesaikan.

Ancaman eskalasi tetap membayangi, terutama jika negosiasi gagal atau salah satu pihak melanggar kesepakatan, yang berpotensi kembali memicu konflik terbuka dan mengganggu stabilitas energi global. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Kapal Tanker China Berhasil Lewati Blokade AS di Perairan Arab

Rekomendasi untuk Anda