Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump Minta Kongres Sahkan Tambahan Anggaran Militer Rp5.700 Triliun

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Kamis, 11 Juni 2026 - 21:04 WIB

Kamis, 11 Juni 2026 - 21:04 WIB

20 Views ㅤ

Kongres Amerika Serikat (foto: X)

Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump mendesak Kongres untuk menyetujui tambahan anggaran militer sebesar US$350 miliar atau sekitar Rp5.700 triliun.

Permintaan itu diajukan untuk memperkuat kemampuan tempur dan modernisasi militer AS di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik di berbagai kawasan dunia. Al-Jazeera melaporkan, Kamis (11/6).

Menurut Trump, tambahan dana tersebut diperlukan agar Amerika Serikat tetap mampu mempertahankan keunggulan militernya dalam menghadapi berbagai ancaman keamanan global. Ia menilai situasi internasional saat ini menuntut kesiapan militer yang lebih besar dibandingkan sebelumnya.

Jika disetujui, total anggaran pertahanan Amerika Serikat untuk tahun fiskal 2027 diperkirakan mencapai sekitar US$1,5 triliun. Angka tersebut akan menjadi salah satu alokasi belanja militer terbesar yang pernah dimiliki Washington dan semakin memperlebar jarak dengan negara-negara lain dalam hal pengeluaran pertahanan.

Baca Juga: Raja Yordania: Ambisi Ekspansionis Israel Ancaman Terbesar Masa Depan Kawasan

Tambahan anggaran itu direncanakan untuk mendanai modernisasi persenjataan, pengembangan teknologi militer generasi baru, peningkatan kekuatan siber, serta penguatan sistem pertahanan rudal.

Salah satu proyek yang mendapat perhatian khusus adalah pengembangan sistem pertahanan strategis “Golden Dome” yang dirancang untuk menghadapi ancaman rudal jarak jauh.

Dorongan peningkatan belanja pertahanan muncul ketika Amerika Serikat menghadapi berbagai tantangan keamanan, mulai dari konflik di Timur Tengah, perang yang masih berlangsung di Ukraina, hingga rivalitas strategis dengan China di kawasan Indo-Pasifik.

Pentagon juga berulang kali menyoroti pesatnya modernisasi militer China sebagai salah satu perhatian utama keamanan nasional AS.

Baca Juga: Knesset Baru Israel akan Gelar Sidang Perdana 10 November

Meski mendapat dukungan dari kalangan pendukung penguatan militer, usulan tersebut memicu kritik dari sejumlah anggota parlemen dan pengamat fiskal. Mereka menilai lonjakan belanja pertahanan berpotensi memperbesar defisit anggaran federal.

Namun pemerintahan Trump berpendapat bahwa investasi di sektor pertahanan merupakan langkah penting untuk menjaga posisi Amerika Serikat sebagai kekuatan militer dominan di dunia. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Ukraina Catat 292 WNI Diduga Bergabung dengan Militer Rusia

Rekomendasi untuk Anda

Amerika
Amerika
Palestina
Dunia Islam
Internasional