Yerusalem, MINA – Di tengah gejolak konflik dan kesulitan yang melanda Palestina, ada satu tempat yang tetap tegak menjadi mercusuar ilmu dan peradaban, itulah Universitas Al-Quds.
Sebagai satu-satunya universitas Arab Palestina yang berdiri di kota suci Yerusalem, institusi ini bukan sekadar lembaga Pendidikan, tapi ia adalah simbol ketahanan, identitas, dan harapan bagi generasi penerus bangsa Palestina.
Didirikan pada tahun 1977, Universitas Al-Quds lahir dari tekad untuk mempertahankan keberadaan Palestina di tanah yang terusik. Hingga hari ini, kampusnya yang berada di Yerusalem Timur, tak jauh dari Masjidil Aqsa, menjadi saksi bisu perlawanan akademik di tengah tekanan pendudukan.
Namun inilah ironi yang paling menyedihkan. Meskipun lokasi kampus utama hanya sekitar 3,5 kilometer dari jantung Kota Tua Al-Quds alias Yerusalem, tempat Masjid Al-Aqsa berada, keberadaan Tembok Pemisah (Apartheid Wall) dan pos-pos pemeriksaan militer Israel membuat jarak yang dekat ini terasa sangat jauh.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Perjalanan akan memakan waktu karena hambatan fisik dan birokrasi pendudukan. Sehingga perjalanan yang seharusnya hanya 5 menit menjadi lebih dari 30 menit.
Bagi mahasiswa Palestina, mencapai kampus dari Yerusalem adalah perjuangan sehari-hari. Mereka harus melewati pos pemeriksaan dan menghadapi pembatasan gerak yang diberlakukan oleh pendudukan Israel.
Betapa ribuan mahasiswa dari berbagai penjuru Tepi Barat, termasuk kamp-kamp pengungsi dan desa-desa terpencil, menempuh pendidikan di sini, melintasi pos-pos pemeriksaan dan tembok pemisah hanya untuk menuntut ilmu.
Tercatat jumlha mahasiswanya sekitar 13.000 orang, dengan rincian Sarjana (S1) sekitar 9.500 hingga 10.289 mahasiswa, dan Pascasarjana (S2/S3) sekitar 2.500 mahasiswa.
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Prestasi yang Membanggakan
Di tengah keterbatasan, Universitas Al-Quds dengan 15 fakultas dan lebih dari 100 program sarjana dan pascasarjana, terus mencatatkan prestasi yang mengangkat nama Palestina di kancah internasional. Di antara capaian itu adalah:
- Peringkat 5 Bintang dalam Standar Kualitas (2023)
Pada tahun 2023, Universitas Al-Quds meraih peringkat 5 bintang dalam Standar Kualitas. Sebuah pencapaian yang menegaskan kualitas pendidikan dan penelitiannya yang setara dengan universitas-universitas terkemuka dunia.
- Universitas Paling Bertanggung Jawab Secara Sosial di Dunia Arab (2017)
Pada tahun 2017, universitas ini diakui sebagai universitas paling bertanggung jawab secara sosial di dunia Arab.
Baca Juga: Serangan Terbaru Israel Tewaskan Seorang Warga Gaza, Sejumlah Lainnya Terluka
Penghargaan ini mencerminkan komitmennya tidak hanya pada keunggulan akademik, tetapi juga pada pengabdian masyarakat dan pengembangan sosial.
- Fakultas Kedokteran yang Diakui Secara Internasional (2002)
Fakultas Kedokteran Al-Quds menerima pengakuan resmi dari badan pengatur di Amerika Serikat dan Eropa pada tahun 2002.
Ini adalah bukti bahwa standar pendidikan kedokteran di Palestina setara dengan standar global, meskipun sumber daya yang tersedia sangat terbatas.
- Layanan Akademik yang Menjangkau Seluruh Wilayah
Universitas Al-Quds tidak hanya melayani mahasiswa di Yerusalem. Ia menjangkau kota-kota, desa-desa, dan kamp-kamp pengungsi di seluruh Tepi Barat.
Baca Juga: Netanyahu Ancam akan Lakukan Lebih Banyak Pembunuhan di Gaza
Dengan program-program outreach, universitas ini memastikan bahwa pendidikan tinggi tetap dapat diakses oleh semua lapisan Masyarakat, bahkan di tengah pengepungan pendudukan Zionis Israel.
- Alumni Terkemuka
Universitas Al-Quds telah melahirkan generasi alumni yang unggul di berbagai bidang, mulai dari menjadi aktivis, akademisi, praktik di dunia kedokteran, dan pelayanan publik. Mereka menjadi duta Palestina di berbagai belahan dunia, membawa nama Al-Quds dengan penuh kebanggaan.
- Rehabilitasi Kampus Beit Hanina (2024)
Pada awal tahun 2024, Badan Baitul Mal Al-Quds Asy-Syarif meresmikan halaman baru yang direhabilitasi di kampus Beit Hanina. Investasi ini menjadi simbol dukungan internasional bagi keberlanjutan pendidikan di Yerusalem.
Peran di Tengah Konflik
Baca Juga: Oposisi Israel Sebut Butuh Waktu Bertahun-tahun untuk Tarik Pasukan dari Gaza
Lebih dari sekadar tempat belajar, Universitas Al-Quds juga memiliki peran strategis sebagai benteng identitas Palestina, terutama di Yerusalem yang terus dianeksasi. Universitas ini menjadi bukti bahwa Palestina tetap ada dan terus berkembang.
Universitas ini juga menjadi pusat penelitian dan advokasi. Universitas aktif mendokumentasikan pelanggaran hak asasi manusia di bawah pendudukan, serta menyuarakan keadilan di forum internasional.
Sekaligus perguruan tinggi ini sebagai klinik kesehatan dan layanan masyarakat, melalui fakultas kedokterannya. Universitas menyediakan layanan kesehatan bagi warga yang tidak memiliki akses ke rumah sakit karena pembatasan militer.
Begitulah, Universitas Al-Quds di Yerusalem, mengajarkan bahwa meskipun tanah boleh dijajah, ilmu tidak bisa dibungkam. Meskipun tembok boleh menghalangi jalan, semangat belajar tidak bisa dihentikan. Meskipun bom boleh meruntuhkan gedung, harapan tidak bisa diruntuhkan.
Baca Juga: Survei Jelang Pemilu Israel, Netanyahu Kalah dari Oposisi
Di setiap ruang kelas, di setiap laboratorium, dan di setiap perpustakaan yang masih berdiri di Yerusalem, ada satu pesan yang terus bergema, yakni Palestina akan bertahan, dan Al-Quds akan tetap menjadi pusat ilmu dan peradaban. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Gencatan Senjata Terus Dilanggar, Empat Warga Gaza Gugur Akibat Israel
















Mina Indonesia
Mina Arabic