Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Wacana Perang Meluas, Sejumlah Prajurit AS Dilaporkan Cari Cara Hindari Penugasan ke Iran

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 8 Maret 2026 - 10:59 WIB

Ahad, 8 Maret 2026 - 10:59 WIB

16 Views ㅤ

Ilustrasi: Tentara AS (Foto: Anadolu)

Washington, MINA – Sejumlah prajurit Amerika Serikat dilaporkan mencari berbagai cara untuk menghindari penugasan dalam perang melawan Iran seiring meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.

Fenomena tersebut muncul di tengah kekhawatiran di kalangan militer dan keluarga prajurit mengenai risiko perang berkepanjangan serta potensi korban jiwa.

Beberapa organisasi veteran dan kelompok advokasi di Amerika Serikat menyatakan menerima banyak pertanyaan dari anggota militer yang ingin mengetahui hak mereka jika menolak ikut serta dalam konflik tersebut. Kelompok Center on Conscience & War, misalnya, memberikan panduan bagi prajurit yang ingin mengajukan status conscientious objector atau penolakan bertugas karena alasan moral dan keyakinan pribadi.

Aktivis anti-perang juga mengungkapkan bahwa sejumlah tentara dan keluarga mereka menghubungi organisasi sipil untuk mencari informasi mengenai prosedur administratif yang memungkinkan mereka menghindari penugasan tempur. Sebagian prajurit disebut awalnya diberi tahu bahwa mereka akan menjalani latihan militer, namun kemudian mengetahui kemungkinan dikirim ke zona konflik.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Situasi ini terjadi di tengah meningkatnya keterlibatan militer Amerika Serikat di Timur Tengah. Sejak awal 2026, Washington telah mengerahkan kekuatan militer besar ke kawasan tersebut, termasuk kapal induk, pesawat tempur, serta sistem pertahanan rudal, sebagai bagian dari operasi menghadapi Iran.

Di dalam negeri, perang melawan Iran juga memicu perdebatan politik. Sejumlah survei menunjukkan dukungan publik terhadap aksi militer terhadap Iran relatif rendah, sementara demonstrasi anti-perang dilaporkan muncul di beberapa kota besar Amerika Serikat.

Pengamat militer menilai fenomena prajurit yang berusaha menghindari penugasan bukan hal baru dalam sejarah konflik bersenjata. Dalam berbagai perang sebelumnya, praktik menghindari wajib militer atau penugasan tempur sering terjadi, terutama ketika perang dianggap tidak populer atau berpotensi berlangsung lama. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda