BULAN MUHARRAM adalah bulan yang agung dan penuh keberkahan. Ia merupakan bulan pertama dalam Kalender Hijriyah, pintu gerbang yang membuka lembaran baru bagi umat Islam setiap tahunnya.
Namun, bukan sekadar urutan angka yang membuat Muharram istimewa. Ada kemuliaan yang Allah sematkan pada bulan ini, sehingga ia dijuluki dengan sebutan yang tidak diberikan kepada bulan-bulan lainnya.
Syahrullah, Bulan yang Dinamai dengan Nama Allah
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:
Baca Juga: Pejuang Media: Jihad dengan Suara dan Tulisan di Era Kompetisi Global
أَفْضَلُ الصِّيَامِ، بَعْدَ رَمَضَانَ، شَهْرُ اللهِ الْمُحَرَّمُ، وَأَفْضَلُ الصَّلَاةِ، بَعْدَ الْفَرِيضَةِ، صَلَاةُ اللَّيْلِ
“Puasa yang paling utama setelah Ramadhan adalah puasa di bulan Allah, Al-Muharram. Dan sebaik-baik shalat setelah shalat fardhu adalah shalat malam (tahajud).” (HR Muslim dari Abu Hurairah).
Perhatikanlah sabda beliau. Rasulullah tidak hanya mengatakan “bulan Muharram”, tetapi menyebutnya sebagai “Syahrullah,” bulan Allah. Penyebutan ini bukanlah tanpa makna. Ia adalah bentuk pemuliaan tertinggi, di mana nama bulan ini disandarkan (idhafah) langsung kepada nama Allah.
Hal yang sama juga terjadi pada istilah-istilah lain: Baitullah rumah Allah (merujuk pada Ka’bah), Rasulullah, utusan Allah (merujuk pada Nabi Muhammad) dan Syahrullah, bulan Allah (merujuk pada Muharram).
Baca Juga: Konser Andrea Bocelli antara HAM dan Pembelaan terhadap Palestina
Para ulama, termasuk Imam As-Suyuthi, menjelaskan keistimewaan ini. Dinamakan “Syahrullah” sementara bulan-bulan lain tidak mendapat gelar yang sama, karena nama “Al-Muharram” adalah nama Islami. Berbeda dengan bulan-bulan lainnya yang nama-namanya sudah dikenal sejak zaman jahiliah.
Dahulu, orang-orang jahiliah menyebut bulan ini dengan nama Shafar Awwal. Ketika Islam datang, Allah mengganti namanya menjadi Al-Muharram (yang dihormatkan atau disucikan). Kemudian nama bulan ini Allah sandarkan kepada diri-Nya, Syahrullah.
Ini adalah bentuk pemuliaan yang luar biasa. Sebagaimana Ka’bah disebut Baitullah sebagai bentuk pemuliaan di antara masjid-masjid lainnya, demikian pula Muharram disebut Syahrullah sebagai bentuk pemuliaan di antara bulan-bulan lainnya. Tentu, ini tidak berarti meniadakan eksistensi bulan-bulan lain sebagai milik Allah. Semua bulan adalah milik-Nya, tetapi Allah memilih sebagian untuk dimuliakan lebih.
Bulan Allah yang Sunyi
Baca Juga: Harapan Perdamaian untuk Arab Saudi dan Houthi
Para ulama juga menyebut bulan Muharram dengan julukan lain, “Syahrullah Al-Asham,” Bulan Allah yang Sunyi. Dinamakan demikian karena bulan ini sangat terhormat. Konflik, pertengkaran, dan peperangan dilarang keras di dalamnya. Ia adalah bulan yang sunyi dari gemuruh benturan senjata dan perselisihan.
Bulan ini menjadi ruang bagi jiwa untuk merenung, bagi hati untuk bertaubat, dan bagi umat untuk saling memaafkan sebelum melangkah ke bulan-bulan berikutnya.
Adapun amalan yang sianjurkan di bulan Muharram, antara lain:
- Puasa Sunnah. Rasulullah menyebut puasa di bulan Muharram sebagai puasa paling utama setelah Ramadhan. Dianjurkan untuk memperbanyak puasa, terutama puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram.
- Memperbanyak Taubat dan Istighfar. Muharram adalah bulan awal. Jadikan momentum untuk membersihkan diri dari dosa-dosa tahun lalu.
- Bersedekah dan Berbuat Baik. Bulan yang mulia adalah waktu yang tepat untuk melipatgandakan kebaikan.
- Menyambung Silaturahmi. Perbaiki hubungan dengan sesama Muslim, maafkan kesalahan, dan mulai lembaran baru dengan hati yang bersih.
- Meninggalkan Permusuhan. Hormati kemuliaan bulan ini dengan tidak terlibat dalam pertengkaran, baik fisik maupun lisan.
Mari kita jadikan bulan ini sebagai pintu masuk menuju pribadi yang lebih baik, dan awal dari perjalanan setahun yang penuh berkah.
Baca Juga: Masjid Al-Aqsa, Kiblat Pertama, Arah Sujud yang Mengikat Hati Orang Beriman
Semoga di bulan Muharram yang mulia ini, kita dapat meningkatkan amal-amal kebaikan. []
Aamiin, ya Rabbal ‘alamin.
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Menyongsong Bulan Solidaritas Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic