Aksi Perlawanan Meningkat, 27 Aksi Dalam 24 Jam Terakhir

Eskalasi perlawanan di Tepi Barat. (Foto: Palinfo)

, MINA – Tindakan aksi perlawanan meningkat di Tepi Barat selama 24 jam terakhir, tercatat 27 tindakan perlawanan di mana seorang pemukim ilegal Israel terluka. Demikian dikutip dari Palinfo, Rabu, (15/2).

Kontributor Palinfo mengabarkan, tindakan perlawanan di Tepi Barat termasuk 4 operasi penembakan, peledakan bahan peledak, pelemparan bom Molotov, pembakaran gedung kota pendudukan, 4 operasi perlawanan menghadapi pemukim dan menghancurkan kendaraan mereka, dan pecahnya konfrontasi pada setidaknya 12 titik lokasi.

Di , para pejuang perlawanan menembaki tentara pendudukan di kamp Shuafat. Sementara bentrokan meletus di kamp ​​Al-Tur dan Jabal Al-Mukaber, di mana pusat kota pendudukan dibakar. Pejuang perlawanan Palestina juga menghadapi para pemukim di Qalandia dan menghancurkan kendaraan mereka.

Di Jenin, pejuang perlawanan melepaskan tembakan ke arah pendudukan di pos pemeriksaan Al-Jalama dan pemukiman Homesh, sementara bentrokan meletus di daerah Zababdeh.

Kontributor mendokumentasikan pecahnya konfrontasi dengan pasukan pendudukan di kamp Al-Fara’a di Tubas, dan pejuang perlawanan melepaskan tembakan ke arah pendudukan. Orang-orang Palestina juga menghadapi para pemukim di Azzun, Qalqilya, dan menghancurkan kendaraan mereka.

Warga menghadapi para pemukim dan menghancurkan kendaraan mereka di pemukiman Yitzhar di Nablus dan Jericho Bentrokan juga pecah di Kisan di Bethlehem, Beit Ummar dan kamp Arroub di Hebron.

Tindakan perlawanan semakin meningkat akhir-akhir ini akibat dari kebijakan ekstrim yang ditetapkan pendudukan Israel sayap kanan pimpinan Benyamin Netanyahu dengan Itamar Ben Gvir sebagai Menteri Keamanan Nasional pendudukan Israel, yang banyak mengeluarkan kebijakan yang terus memicu eskalasi perlawanan.

Seruan dari Uni Eropa, beberapa negara Eropa dan Amerika Serikat juga negara lain kepada pendudukan Israel agar menghentikan aksi kolonialnya yang mengakibatkan eskalasi perlawanan dan menimbulkan ketidakstabilan di Timur Tengah tidak diindahkan oleh pendudukan.

Sementara faksi-faksi perjuangan di Palestina merespon, akan terus melakukan tindakan perlawanan sebagai sesuatu yang sah dilakukan untuk membela agama, tempat suci umat Islam, dan kehormatan warga Palestina secara umum. (T/B03/RS2)

Mi’raj News Agency (MINA)