Manama, MINA – Pemerintah Bahrain kembali menjadi sorotan setelah mencabut kewarganegaraan 69 orang yang dituduh memberikan dukungan kepada Iran di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik kawasan Teluk.
Kebijakan ini diumumkan oleh Kementerian Dalam Negeri Bahrain dan disebut sebagai bagian dari langkah menjaga keamanan nasional. Al-Jazeera melaporkan, Rabu (29/4).
Dalam pernyataan resmi yang dikutip dari otoritas setempat, keputusan tersebut tidak hanya menyasar individu yang diduga terlibat, tetapi juga sejumlah anggota keluarga mereka.
Pemerintah menuduh para pihak tersebut melakukan tindakan yang dianggap mendukung aktivitas permusuhan Iran terhadap Bahrain dan sekutunya.
Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi
Langkah pencabutan kewarganegaraan itu diklaim pemerintah sebagai respons atas ancaman terhadap stabilitas negara. Bahrain menilai sebagian individu yang terkena kebijakan tersebut telah menunjukkan sikap simpati atau dukungan terhadap tindakan militer Iran di kawasan, yang sebelumnya juga berdampak pada beberapa negara Teluk.
Sementara itu, keputusan ini muncul di tengah memanasnya hubungan Iran dengan sejumlah negara di Timur Tengah, termasuk Bahrain yang beberapa waktu lalu menjadi target serangan rudal dan drone dalam eskalasi konflik regional.
Serangan tersebut bahkan sempat mengenai fasilitas strategis di Bahrain dan memicu peningkatan status siaga keamanan.
Namun, kebijakan pencabutan kewarganegaraan secara massal ini menuai kritik dari sejumlah organisasi hak asasi manusia yang menilai langkah tersebut berpotensi melanggar prinsip hukum internasional.
Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal
Mereka menyoroti kurangnya transparansi proses hukum serta risiko hukuman kolektif terhadap keluarga para terdampak.
Kebijakan Bahrain tersebut mencerminkan semakin kerasnya sikap negara-negara Teluk terhadap isu keamanan internal di tengah rivalitas politik kawasan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Pakta Pertahanan Mekah Siap Kerahkan Pasukan Hadapi Houthi
















Mina Indonesia
Mina Arabic