Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Cendekiawan Muslim Syed Muhammad Naquib al-Attas Wafat

sri astuti - Ahad, 8 Maret 2026 - 23:58 WIB

Ahad, 8 Maret 2026 - 23:58 WIB

108 Views ㅤ

Kuala Lumpur – Kabar duka datang dari dunia intelektual Islam. Cendekiawan Muslim terkemuka, Syed Muhammad Naquib al-Attas wafat pada Ahad (8/3), 18 Ramadhan 1447 H, sekitar pukul 18.47 waktu setempat.

“Duka mendalam atas wafatnya pemikir besar, tokoh cendikiawan Muslim dunia serta filsuf kenamaan dunia Islam Al Habīb Profesor Diraja Tan Sri Dr Syed Muhamad Naquib al-Attas sore hari ini, Ahad 18 Ramadlān atau 8 Maret 2026 dalam usia 95 di Malaysia,” demikian pesan yang beredar di kalangan wartawan.

Rencananya, jenazah akan dishalatkan pada Senin pagi di Masjid Al-Taqwa, sebelum dimakamkan di Kiara Muslim Cemetery, Kuala Lumpur.

Lahir pada 1931 di Bogor, Jawa Barat, Indonesia, Syed Muhammad Naquib al-Attas dikenal sebagai salah satu pemikir Muslim paling berpengaruh di dunia Islam modern. Ia banyak menulis karya tentang filsafat Islam, tasawuf, sejarah, dan pendidikan. Gagasannya tentang Islamisasi ilmu pengetahuan menjadi rujukan penting dalam diskursus pendidikan Islam kontemporer.

Baca Juga: Türkiye dan Pakistan Bersiap Kerahkan Pasukan ke Saudi

Ia juga dikenal sebagai pendiri Institut Internasional Pemikiran dan Peradaban Islam (ISTAC), sebuah lembaga akademik yang berfokus pada pengkajian peradaban dan pemikiran Islam. Melalui karya dan lembaga yang didirikannya, ia memberikan kontribusi besar dalam pengembangan pemikiran Islam di tingkat global.

Kepergian Syed Muhammad Naquib al-Attas meninggalkan duka mendalam bagi dunia akademik dan umat Islam, khususnya di Asia Tenggara. Banyak kalangan mengenangnya sebagai ulama dan intelektual yang sepanjang hidupnya mendedikasikan diri bagi pengembangan ilmu dan peradaban Islam. []

 

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Berakhirnya Misi Militer AS, Irak Hadapi Tekanan Fragmentasi Internal

Rekomendasi untuk Anda