Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Dua Laporan PBB Soroti Dugaan Pelanggaran AS di Iran dan Karibia

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Selasa, 22 September 2026 - 20:17 WIB

Selasa, 22 September 2026 - 20:17 WIB

22 Views ㅤ

Sidang Umum PBB (foto: UN News)

New York, MINA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) dalam sepekan terakhir menerbitkan dua laporan yang menyoroti tindakan militer Amerika Serikat, mulai dari serangan di Iran hingga operasi terhadap kapal yang diduga terkait perdagangan narkotika di Karibia dan Pasifik.

Misi pencari fakta yang didukung PBB menyatakan terdapat alasan yang masuk akal untuk meyakini pasukan AS melakukan kejahatan perang dalam dua serangan udara di Iran.

Serangan terhadap sebuah sekolah di Minab dan fasilitas olahraga serta kawasan permukiman di Lamerd dilaporkan menewaskan sedikitnya 178 warga sipil, termasuk anak-anak. Press TV melaporkan, Selasa (22/9).

Laporan tersebut menyebut serangan terhadap sekolah di Minab bukan sekadar kesalahan sasaran. Para penyelidik menyatakan terdapat dasar untuk meyakini fasilitas itu sengaja menjadi sasaran, sementara serangan lainnya juga menimbulkan korban sipil dalam jumlah besar.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Dalam laporan terpisah, Pelapor Khusus PBB untuk hak asasi manusia dan kontraterorisme Ben Saul menyatakan serangan AS terhadap kapal-kapal yang diduga membawa narkotika melanggar hukum internasional dan secara masuk akal dapat dikategorikan sebagai kejahatan terhadap kemanusiaan.

Laporan itu mencatat 68 serangan terhadap kapal di perairan Karibia dan Pasifik sejak September 2025 hingga Agustus 2026 yang menewaskan sedikitnya 223 orang.

Saul menilai alasan pembelaan diri tidak dapat digunakan secara umum untuk membenarkan serangan tersebut. Menurut laporan itu, dugaan pengangkutan narkotika tidak dengan sendirinya merupakan serangan bersenjata terhadap Amerika Serikat, sementara hukum laut internasional juga tidak memberikan dasar untuk melakukan serangan militer terhadap kapal yang diduga terlibat perdagangan narkotika.

Temuan tersebut mendapat penolakan dari pemerintahan AS. Gedung Putih dan Departemen Luar Negeri AS mempertanyakan kredibilitas temuan mengenai serangan di Iran, sementara perdebatan mengenai operasi militer AS di laut juga berlangsung di tengah meningkatnya sorotan internasional terhadap penggunaan kekuatan bersenjata dan perlindungan warga sipil. []

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Amerika
Komisi PBB Lanjutkan Penyelidikan di Wilayah Palestina
Amerika
Kolom
Internasional