Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Trump Tunda Serangan ke Iran, Harga Minyak Dunia Melandai

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Jumat, 12 Juni 2026 - 10:24 WIB

Jumat, 12 Juni 2026 - 10:24 WIB

25 Views ㅤ

Komisi PBB Lanjutkan Penyelidikan di Wilayah Palestina
Ilustrasi serangan AS ke Iran (foto: X)

Washington, MINA – Harga minyak dunia mengalami penurunan setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump memutuskan membatalkan rencana serangan militer terhadap Iran.

Keputusan tersebut meredakan kekhawatiran pasar terhadap eskalasi konflik di Timur Tengah yang selama beberapa pekan terakhir menjadi faktor utama pendorong kenaikan harga energi global.

Dalam perdagangan terbaru, minyak mentah Brent turun sekitar 1,3 persen menjadi US$89,17 per barel, sementara minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) melemah 1,4 persen ke level US$86,48 per barel. Anadolu melaporkan, Jumat (12/6).

Secara mingguan, kedua kontrak acuan itu juga mencatat penurunan lebih dari 4 persen setelah pasar menilai risiko gangguan pasokan minyak dari kawasan Teluk mulai berkurang.

Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme

Penurunan harga terjadi setelah Trump mengumumkan pembatalan serangan yang sebelumnya sempat dipersiapkan terhadap Iran.

Presiden AS itu menyebut adanya kemajuan dalam pembicaraan dengan Teheran sehingga peluang penyelesaian melalui jalur diplomasi dinilai semakin terbuka. Meski demikian, pihak Iran dilaporkan belum memberikan konfirmasi resmi mengenai adanya kesepakatan final.

Sebelumnya, ketegangan antara Washington dan Teheran sempat memicu lonjakan harga minyak akibat kekhawatiran terhadap keamanan jalur pelayaran di Selat Hormuz. Jalur strategis tersebut dilalui sekitar seperlima perdagangan minyak dunia sehingga setiap ancaman terhadap kelancarannya langsung memengaruhi sentimen pasar energi global.

Analis energi menilai meredanya ketegangan geopolitik membuat premi risiko yang sebelumnya melekat pada harga minyak mulai terkoreksi.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Namun, mereka mengingatkan bahwa pasar masih rentan terhadap perubahan situasi di Timur Tengah karena belum adanya kesepakatan permanen antara AS dan Iran. Jika negosiasi kembali menemui jalan buntu atau terjadi insiden militer baru, harga minyak berpotensi kembali bergejolak.

Selain mendorong pelemahan harga minyak, keputusan Trump juga memicu penguatan pasar keuangan global. Indeks saham utama di Amerika Serikat menguat signifikan setelah investor menilai risiko konflik yang dapat mengganggu perdagangan dan pasokan energi internasional mulai berkurang.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa perkembangan hubungan AS-Iran masih menjadi salah satu faktor utama yang memengaruhi arah pasar global pada tahun ini. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Rekomendasi untuk Anda

Amerika
Timur Tengah
Dunia Islam
Internasional
Amerika