Agam, MINA – Setelah dua guncangan utama berkekuatan 4,7 dan 4,6 terjadi pada Kabupaten Agam, Sumatra Barat pada Ahad (28/12) pagi dalam waktu berdekatan, aktivitas seismik di wilayah ini terus terjadi sepanjang hari hingga waktu malam dalam bentuk gempa susulan berkekuatan lebih kecil.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mencatat getaran tersebut berlangsung hingga Ahad malam, menunjukkan dinamika sesar aktif di kawasan tersebut.
Dilansir dari Sumbar Daily, BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang melaporkan, gempa pertama tercatat pukul 09.15 WIB dengan magnitudo 4,7. Pusat gempa berada pada koordinat 0,17 Lintang Selatan dan 100,11 Bujur Timur, sekitar 18 kilometer timur laut Agam, dengan kedalaman 10 kilometer.
Selang beberapa menit sebelumnya, pukul 09.11 WIB, terjadi guncangan bermagnitudo 4,6 pada lokasi yang terdekat dan kedalaman yang sama.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
“Gempa ini sebagai gempa bumi yang memicu aktivitas Sesar Kajai, Talamau dan menegaskan tidak ada potensi tsunami,” kata Kepala BMKG Stasiun Geofisika Padang Panjang, Suaidi Ahadi.
Peta guncangan menunjukkan getaran yang dirasakan cukup kuat di Pasaman, Pasaman Barat, Bukittinggi, dan Agam pada Skala III hingga IV MMI.
Di wilayah tersebut, warga merasakan rumah bergetar, jendela dan pintu berbunyi, seolah-olah ada kendaraan berat yang lewat.
Sementara itu, Padang Panjang dan Payakumbuh mencatat intensitas II hingga III MMI, membuat benda-benda ringan bergoyang dan sebagian warga menyadari adanya gempa.
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
Sejak dini hari hingga malam, catatan BMKG menunjukkan serangkaian gempa susulan dengan variasi magnitudo. Pada pukul 03.16 WIB, gempa M1,9 terjadi 15 kilometer utara Agam.
Disusul pukul 09.51 WIB (M3,2), 10.01 WIB (M2,9), 11.19 WIB (M1,9), dan 11.41 WIB (M2,0), seluruhnya berada di sekitar utara hingga timur laut Agam dengan kedalaman 10 hingga 15 kilometer.
Aktivitas ini berlanjut pada pukul 16.56 WIB (M1,8), 17.53 WIB (M2,0), 18.28 WIB (M1,6), 20.06 WIB (M1,8), 21.31 WIB (M1,4), 22.15 WIB (M1,3), 22.24 WIB (M1,8) dan 22.43 WIB (M1,5).
“Sebagian besar gempa berada pada rentang kedalaman dangkal 8 hingga 18 kilometer, menandakan pelepasan energi yang masih berlangsung pada sumber yang sama,” ujar Suaidi.
Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!
Suaidi Ahadi menekankan bahwa fenomena ini patut menjadi perhatian khusus bagi masyarakat di kawasan perbukitan, terutama di Kabupaten Agam.
Guncangan berulang, katanya, berpotensi melemahkan struktur tanah, sementara hujan yang turun dapat memicu longsor pada lereng yang sebelumnya terguncang. Karena itu, kewaspadaan perlu ditingkatkan tanpa menimbulkan kepanikan.
BMKG mengimbau warga tetap tenang, memeriksa kondisi rumah setelah guncangan, dan mengikuti perkembangan resmi. Informasi dapat diakses melalui kanal komunikasi BMKG: Instagram/Twitter @infoBMKG, laman bmkg.go.id dan inatews.bmkg.go.id, kanal Telegram InaTEWS_BMKG, serta aplikasi bergerak wrs-bmkg atau InfoBMKG pada iOS dan Android. []\
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Wakil Ketua MUI Serukan “Bocelli No, Palestina Yes!” dan Bacakan Fatwa Dukungan Palestina
















Mina Indonesia
Mina Arabic