ADA begitu banyak kisah tentang Rasulullah ﷺ yang kita dengar sejak kecil. Namun, semakin dalam seseorang membaca sirah, hadis, dan kitab-kitab tentang beliau, semakin terasa bahwa sosok Nabi Muhammad ﷺ menyimpan banyak sisi yang menakjubkan.
Bukan hanya akhlaknya yang agung, tetapi juga sejumlah kekhususan yang oleh para ulama disebut sebagai khashaish an-nabi—keistimewaan yang Allah ﷻ karuniakan secara khusus kepada beliau.
Salah satu sumber yang menyebut sejumlah kekhususan tersebut adalah Maraqi al-‘Ubudiyah, karya Syekh Muhammad Nawawi al-Bantani. Dalam kitab itu disebutkan 10 keistimewaan Rasulullah ﷺ yang menarik untuk diketahui, meskipun sebagian rinciannya perlu dipahami sebagai keterangan yang dinukil ulama dan tidak semuanya berada pada tingkat kesahihan hadis yang sama.
Pertama, Rasulullah ﷺ disebut tidak pernah mengalami ihtilam atau mimpi basah. Kedua, beliau disebut tidak pernah menguap sepanjang hidupnya. Dua hal tersebut termasuk kekhususan yang dicantumkan Syekh Nawawi al-Bantani dalam Maraqi al-‘Ubudiyah.
Baca Juga: Sesama Muslim Bersaudara: Merawat Ukhuwah, Membela yang Tertindas
Riwayat mengenai tidak menguap juga disebut dalam pembahasan Al-Khasa’is al-Kubra karya Imam Jalaluddin as-Suyuthi.
Ketiga, binatang disebut tidak melarikan diri dari Rasulullah ﷺ. Keempat, tidak ada lalat yang hinggap pada tubuh beliau. Dua keterangan ini menggambarkan kemuliaan jasmani Rasulullah ﷺ sebagaimana dinukil dalam kitab tersebut.
Sementara itu, Syama’il Muhammadiyah karya Imam at-Tirmidzi menghadirkan gambaran lain tentang keindahan fisik beliau. Al-Bara’ bin ‘Azib menggambarkan Rasulullah ﷺ sebagai sosok yang sangat tampan, berbahu bidang, dengan rambut yang mencapai kedua pundaknya.
Kelima, Rasulullah ﷺ memiliki kemampuan melihat ke belakang sebagaimana melihat ke depan. Keenam, disebutkan tidak tampak bekas air seni beliau. Untuk kemampuan melihat dari belakang, terdapat hadis sahih dalam Shahih Muslim yang menerangkan bahwa Rasulullah ﷺ mengatakan dapat melihat orang-orang yang berada di belakang beliau ketika memimpin shalat.
Baca Juga: Bersyukur Tak Bertapi, Bersabar Tak Bertepi
Ini menunjukkan bahwa sebagian keistimewaan beliau memiliki landasan hadis yang kuat, sementara rincian lainnya memiliki sumber dan kualitas riwayat yang perlu dibedakan.
Ketujuh, hati Rasulullah ﷺ tetap terjaga meskipun mata beliau tertidur. Kedelapan, beliau disebut tidak memiliki bayangan ketika terkena sinar matahari. Adapun tentang tidur, terdapat hadis sahih yang menerangkan bahwa para nabi berbeda dari manusia biasa dalam keadaan tidur: mata mereka tidur, tetapi hati mereka tetap terjaga. Sementara keterangan tentang tidak adanya bayangan merupakan salah satu kekhususan yang dinukil dalam Maraqi al-‘Ubudiyah.
Kesembilan, kedua pundak Rasulullah ﷺ disebut lebih tinggi ketika beliau duduk bersama orang-orang di sekitarnya. Kesepuluh, beliau disebut lahir dalam keadaan telah dikhitan. Kesepuluh poin tersebut kemudian dirangkum Syekh Nawawi al-Bantani dalam bait-bait yang secara khusus membahas khashaish Rasulullah ﷺ.
Namun, keistimewaan Rasulullah ﷺ tidak berhenti pada hal-hal yang bersifat fisik. Syama’il Muhammadiyah justru memperlihatkan sesuatu yang jauh lebih menyentuh: para sahabat menggambarkan beliau sebagai manusia yang paling dermawan, paling jujur tutur katanya, paling lembut perangainya, dan paling mulia dalam pergaulan. Bahkan, orang yang pertama kali melihat beliau dapat merasa segan, tetapi orang yang telah mengenalnya justru semakin mencintainya.
Baca Juga: Membaca Ulang Resolusi Jihad dan Makna Hari Santri Nasional
Di sinilah letak pelajaran terpentingnya. Mengenal keistimewaan Rasulullah ﷺ bukan sekadar untuk membuat kita kagum terhadap sosok beliau. Pengetahuan itu semestinya menjadi jalan untuk melahirkan cinta, dan cinta kepada Rasulullah ﷺ seharusnya melahirkan kesediaan mengikuti sunnah dan akhlaknya.
Sebab, keistimewaan terbesar yang dapat kita warisi bukanlah mukjizat atau kekhususan jasmani beliau, melainkan akhlak mulia, kasih sayang, kejujuran, keteguhan iman, dan perjuangan menegakkan risalah Allah ﷻ. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Alhamdulillah di Ufuk Pagi: Mensyukuri Terbukanya Mata
















Mina Indonesia
Mina Arabic