Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Jihad Membebaskan Al-Aqsa, Kewajiban Kolektif Umat Islam

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 5 Mei 2026 - 17:03 WIB

Selasa, 5 Mei 2026 - 17:03 WIB

83 Views ㅤ

Ilustrasi: Jihad untuk pembebasan Al-Aqsa (Dok MINA)

BERJIHAD membebaskan Masjid Al-Aqsha, kiblat pertama umat Islam, adalah amal mulia. Ia bernilai pahala bagi kejayaan Islam dan Muslimin. Ia bukan sekadar seruan, tetapi panggilan jiwa yang terus bergema dari generasi ke generasi.

Allah berfirman:

وَأَعِدُّوا لَهُمْ مَا اسْتَطَعْتُمْ مِنْ قُوَّةٍ وَمِنْ رِبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللَّهِ وَعَدُوَّكُمْ

“Dan siapkanlah untuk menghadapi mereka kekuatan apa saja yang kamu sanggupi dan dari kuda-kuda yang ditambat untuk berperang, yang dengan persiapan itu kamu menggentarkan musuh Allah, musuhmu…” (Q.S. Al-Anfal [8]: 60).

Baca Juga: Pejuang Media: Jihad dengan Suara dan Tulisan di Era Kompetisi Global

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam juga mengingatkan:

مَنْ مَاتَ وَلَمْ يَغْزُ وَلَمْ يُحَدِّثْ بِهِ نَفْسَهُ، مَاتَ عَلَى شُعْبَةٍ مِنْ نِفَاقٍ

“Barang siapa mati tanpa pernah berperang di jalan Allah dan tanpa pernah terbetik dalam hatinya untuk berperang di jalan Allah, maka ia mati dalam satu cabang kemunafikan.” (HR Muslim).

Palestina Satu-Satunya Negeri Terjajah

Baca Juga: Konser Andrea Bocelli antara HAM dan Pembelaan terhadap Palestina

Di abad yang katanya modern, di era yang katanya menjunjung tinggi hak asasi manusia, masih ada satu negeri yang terus meratap dalam penjajahan: Palestina.

Di sinilah Masjid Al-Aqsa berada. Di sinilah tanah yang diberkahi itu terus berdarah.

Sejak tahun 1948 hingga 1972 saja, lebih dari 1 juta hektar tanah milik rakyat Palestina telah direbut paksa oleh Zionis Israel. Hari ini, penjajah telah menguasai 85 persen tanah Palestina. Rakyat pemilik asli hanya tersisa 15 persen dari tanah kelahiran mereka sendiri.

Dua pertiga warga Palestina statusnya adalah pengungsi. Terusir dari rumah, kampung, dan tanah yang mereka cintai.

Baca Juga: Harapan Perdamaian untuk Arab Saudi dan Houthi

Di manakah suara mereka yang selama ini lantang meneriakkan keadilan? Di manakah PBB, OKI, dan negara-negara Muslim yang jumlahnya mencapai 1,5 miliar jiwa? Di manakah negeri-negeri kaya di sekitar Palestina yang konon melimpah ruah dengan harta? Diam adalah pengkhianatan.

Kewajiban Kolektif

Kewajiban membebaskan Masjid Al-Aqsa dan Palestina dari pe jajahan, bukan hanya tanggung jawab warga Palestina sendirian. Ia adalah kewajiban kolektif seluruh umat Islam, sebagai satu kesatuan.

Sebagaimana sabda Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam, yang menegaskan bahwa umat Islam bagaikan satu tubuh. Jika satu anggota sakit, sekujur tubuh ikut merasakan demam.

Baca Juga: Masjid Al-Aqsa, Kiblat Pertama, Arah Sujud yang  Mengikat Hati Orang Beriman

Allah menegaskan dalam firman-Nya:

وَاعْتَصِمُوا بِحَبْلِ اللَّهِ جَمِيعًا وَلَا تَفَرَّقُوا

“Dan berpegangteguhlah kamu semuanya pada tali (agama) Allah seraya berjamaah, dan janganlah kamu bercerai-berai.” (Q.S. Ali Imran [3]: 103).

Apalagi ketika masalahnya sudah menyangkut penghalangan, penodaan, dan upaya perobohan terhadap masjid para nabi dan rasul, tempa suci yang penuh berkah.

Baca Juga: Menyongsong Bulan Solidaritas Palestina

Allah berfirman:

وَمَنْ أَظْلَمُ مِمَّنْ مَنَعَ مَسَاجِدَ اللَّهِ أَنْ يُذْكَرَ فِيهَا اسْمُهُ وَسَعَىٰ فِي خَرَابِهَا

“Dan siapakah yang lebih zalim daripada orang yang menghalang-halangi menyebut nama Allah dalam masjid-masjid-Nya, dan berusaha untuk merobohkannya?” (Q.S. Al-Baqarah [2]: 114)

Jalan Pertolongan Allah

Baca Juga: Menjadi Jurnalis Terbaik: Ketika Pena Menjadi Amanah dan Kebenaran Menjadi Jalan

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam mengingatkan kita tentang urgensi membela saudara seislam:

مَا مِنِ امْرِئٍ يَخْذُلُ امْرَأً مُسْلِمًا فِي مَوْضِعٍ تُنْتَهَكُ فِيهِ حُرْمَتُهُ إِلَّا خَذَلَهُ اللَّهُ فِي مَوْطِنٍ يُحِبُّ فِيهِ نُصْرَتَهُ

“Tidaklah seseorang membiarkan seorang Muslim di tempat yang kehormatannya dilanggar, kecuali Allah akan membiarkannya di tempat yang ia inginkan pertolongannya.” (HR Abu Dawud dan Ahmad).

Dalam hadits lain:

Baca Juga: Rapuhnya Kekuatan Selain Allah

فُكُّوا الْعَانِيَ وَأَطْعِمُوا الْجَائِعَ، وَعُودُوا الْمَرِيضَ

“Bebaskan orang yang tertawan, berilah makan orang yang kelaparan, dan jenguklah orang yang sakit.” (HR Bukhari).

Apakah sikap kita saat ini? Apakah kita termasuk yang membebaskan, memberi makan, dan menjenguk, atau sebaliknya?

Sambutan Umat Islam

Baca Juga: Hakikat Memberi: Refleksi Diri dalam Setiap Kebaikan

Kini para pejuang di tanah penuh berkah Palestina terus mengumandangkan perlawanan (Intifadhah). Kini, giliran kita untuk menyambutnya dengan segala daya dan upaya. Hatta sekadar mengirim minyak untuk menyalakan lampu di Masjid Al-Aqsa, itu pun harus kita lakukan. “Mengirim minyak” di sini bukan hanya literal. Ia adalah simbol dukungan, bantuan, pembelaan lisan dan tulisan, hingga doa yang tak pernah putus.

Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

ائْتُوهُ فَصَلُّوا فِيهِ، فَإِنْ لَمْ تَأْتُوهُ وَتُصَلُّوا فِيهِ، فَابْعَثُوا بِزَيْتٍ يُسْرَجُ فِي قَنَادِيلِهِ

“Datangilah Baitul Maqdis dan shalatlah di sana. Jika kamu tidak bisa datang dan shalat di dalamnya, maka kirimkan minyak untuk menerangi lampu-lampunya.” (HR Abu Dawud).

Baca Juga: 7 Amalan Ringan di Usia Senja, Menjemput Berkah Meraih Husnul Khatimah

Melawan Persekongkolan Global

Yahudi Zionis internasional, sejak diprovokasi oleh pendirinya Theodore Herzl, telah tahu betul bahwa Masjid Al-Aqsa adalah milik dan simbol kejayaan umat Islam. Karena itu, mereka terus berusaha:

  • Menodai dan menguasai keberadaannya.
  • Memecah belah umat Islam dengan isu perbedaan mazhab, organisasi, pemikiran, dan partai.
  • Menerapkan politik usang namun canggih: divide et impera (pecah belah) dan politik belah bambu.
  • Mereka berusaha membagi kawasan suci Masjid Al-Aqsa menjadi dua bagian, sebagian untuk masjid, sebagian untuk kuil sesembahan mereka.
  • Tujuan puncaknya, mereka hendak merobohkan Masjidil Aqsa, dan menggantinya dengan sinagog/kuil Yahudi yang  mereka klaim sebagai Kuil Solomon.

Mereka bahu-membahu, mengerahkan harta, pikiran, dan waktu untuk meraih Al-Aqsha. Mereka tidak mengorbankan sisa-sisa kekuatan; mereka mengerahkan segalanya.

Lalu, apakah kita akan berdiam diri?

Baca Juga: Menikah In This Economy? Rezeki Dijamin Allah, Bukan Slip Gaji

Sejauh Mana Perjuangan Kita?

Melihat semua itu, marilah kita bermuhasabah. Bertanya kepada diri sendiri: Sejauh mana sumbangsih kita? Sebesar apa yang sudah kita korbankan? Sebanyak apa doa yang sudah kita panjatkan? Seintensif apa perhatian kita terhadap saudara-saudara di Palestina?

Karena Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wasallam mengingatkan:

لاَ يَدَعُ قَوْمٌ الْجِهَادَ فِي سَبِيْلِ اللهِ إِلاَّ ضَرَبَهُمُ الله بِالْفَقْرِ

“Tidaklah suatu kaum meninggalkan jihad di jalan Allah, melainkan Allah akan timpakan kefakiran kepada mereka.” (HR Ibnu ‘Asakir).

Masih Ada Harapan

Tentu saja, apapun yang sedang terjadi, selalu masih ada harapan. Masih ada langkah-langkah cerah yang bisa kita tempuh. Masih ada usaha-usaha yang bisa diharapkan, bukan sekadar luapan emosi sesaat, tetapi konsistensi dan ketabahan.

Sesungguhnya, sumber daya material dan manusia yang dimiliki umat Islam sudah lebih dari cukup untuk menjadi modal besar dalam menyingkirkan segala bentuk kerusakan dan penjajahan.

Prioritas utama kita di semua level adalah: kemerdekaan Palestina dan pembebasan Masjid Al-Aqsa. Hingga tercapai kedamaian yang berdasarkan kebenaran, keadilan, dan kebebasan, di Timur Tengah dan di seluruh dunia.

Semoga Allah memberikan kekuatan dan kemudahan kepada kita dalam menjalankan amanah jihad di jalan-Nya, untuk pembebasan Masjid Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina. Aamiin, ya Rabbal ‘alamin. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda