Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Lima Ayat Al-Quran Berbicara tentang Berkahnya Wilayah Palestina

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Selasa, 7 Juli 2026 - 09:15 WIB

Selasa, 7 Juli 2026 - 09:15 WIB

64 Views ㅤ

DI TENGAH hiruk-pikuk berita tentang penderitaan rakyat Palestina, di tengah gemuruh bom dan tangis anak-anak Gaza, ada satu fakta fundamental yang sering terlupakan: Palestina adalah tanah yang diberkahi oleh Allah.

Ini bukan sekadar klaim politis atau nasionalisme semata. Ini adalah firman Allah yang tertulis dalam kitab suci Al-Quran, yang membentang dalam lima ayat berbeda.

Allah tidak pernah menyebut negeri mana pun dengan kata “diberkahi” (بَارَكْنَا) secara berulang-ulang, kecuali kawasan yang kita kenal sebagai Palestina dan Syam. Ini adalah penegasan ilahi tentang kemuliaan tanah ini.

Mari kita renungkan bersama lima ayat yang berbicara tentang keberkahan Palestina.

Baca Juga: Boleh Bersedih, Tapi Jangan Larut dalam Kesedihan

  1. Surah Al-Isra Ayat 1: Keberkahan di Sekeliling Masjid Al-Aqsa

سُبْحَانَ الَّذِي أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى الَّذِي بَارَكْنَا حَوْلَهُ لِنُرِيَهُ مِنْ آيَاتِنَا ۚ إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْبَصِيرُ

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS Al-Isra [17]: 1).

Ayat ini adalah fondasi utama. Allah tidak hanya memberkati Masjid Al-Aqsa sebagai bangunan, tetapi “sekelilingnya” (haulahu). Ini mencakup seluruh wilayah Palestina, dari Yerusalem hingga Gaza, dari Hebron hingga Jenin. Keberkahan itu terbagi menjadi dua dimensi:

Pertama, Keberkahan Spiritual (Keagamaan)

Tempat diutusnya para Nabi dan Rasul. Palestina adalah tanah para nabi. Mulai dari Nabi Adam, Ibrahim, Ishaq, Ya’qub, Yusuf, Yusya’ bin Nun, Dawud, Sulaiman, Zakaria, Yahya, dan Isa ‘Alaihimussalam semuanya pernah singgah, tinggal, atau diutus di tanah ini. Hingga Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, yang singgah di kompleks Masjd Al-Aqsa saat isra Mi’raj.

Baca Juga: Komunitas Sebagai Fondasi Umat dan Benteng Generasi

Tempat Masjid Al-Aqsa, rumah ibadah kedua yang dibangun di muka bumi setelah Masjidil Haram.Pahala shalat berlipat ganda. Shalat di Masjid Al-Aqsa bernilai 500 kali lipat dibandingkan masjid lainnya (setelah Masjidil Haram dan Masjid Nabawi).

Tanah berkumpulnya para Nabi. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam saat di Masjid Al-Aqsa, beiai mengimami shalat berjamaah bersama para nabi pada malam Isra Mi’raj.

Kedua,Keberkahan Fisik (Material)

Tanah yang subur. Palestina adalah bagian dari “Negeri Bulan Sabit yang Subur” (Al-Hilal Al-Khashib), dengan tanah yang gembur dan hasil pertanian berkualitas.

Baca Juga: Kejahatan Yahudi Membuat Hatinya Keras Membatu

Udara yang sejuk dan air yang melimpah, negeri ini memiliki sumber daya air yang melimpah, berbeda dengan padang pasir di sekitarnya.

Terasa seperti kampung sendiri, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mendoakan Syam dan menyebutnya sebagai tempat yang membuat orang asing merasa nyaman.

2. Surah Al-A’raf Ayat 137: Keberkahan dari Timur hingga Barat

وَأَوْرَثْنَا الْقَوْمَ الَّذِينَ كَانُوا يُسْتَضْعَفُونَ مَشَارِقَ الْأَرْضِ وَمَغَارِبَهَا الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا ۖ وَتَمَّتْ كَلِمَةُ رَبِّكَ الْحُسْنَىٰ عَلَىٰ بَنِي إِسْرَائِيلَ بِمَا صَبَرُوا ۖ وَدَمَّرْنَا مَا كَانَ يَصْنَعُ فِرْعَوْنُ وَقَوْمُهُ وَمَا كَانُوا يَعْرِشُونَ

“Dan Kami wariskan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bagian timur bumi dan bagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya. Dan telah sempurnalah perkataan Tuhanmu yang baik (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Dan Kami hancurkan apa yang telah dibuat Fir’aun dan kaumnya dan apa yang telah mereka bangun.” (QS Al-A’raf [7]: 137).

Baca Juga: Ustaz Amri Fatmi: Hidup Mewah Berdampak Luas pada Kerusakan Alam

Dalam Tafsir Al-Mukhtashar, ayat ini menjelaskan bahwa Allah mewariskan kepada Bani Israil (yang sebelumnya ditindas oleh Fir’aun di Mesir) negeri-negeri timur dan barat, yang dimaksud adalah kawasan Syam (meliputi Lebanon, Yordania, Suriah, dan Palestina). Keberkahan ini wujudnya adalah hasil pertanian dan buah-buahan dengan kualitas terbaik.

Pelajaran penting: Allah menjanjikan kejayaan bagi mereka yang sabar dan bertakwa. Namun, ketika Bani Israil menyimpang, kejayaan itu dicabut. Kini, tanah yang diberkahi ini sedang dijajah oleh mereka yang seharusnya menjadi pewarisnya, sebuah ironi sejarah yang menyayat hati.

  1. Surah Al-Anbiya Ayat 71: Keselamatan Ibrahim dan Luth ke Tanah Berkah

وَنَجَّيْنَاهُ وَلُوطًا إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا لِلْعَالَمِينَ

“Dan Kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.” (QS Al-Anbiya [21]: 71).

Ibnu Katsir menjelaskan: Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim dari kaumnya di Babylonia (Irak) dan membebaskannya dengan berhijrah ke negeri yang diberkahi, yaitu kawasan Syam (termasuk Palestina). Ini menunjukkan bahwa tanah ini adalah tempat perlindungan bagi para nabi, tempat di mana keimanan bisa berkembang tanpa tekanan musyrikin.

Baca Juga: Kehidupan Berbangsa dalam Perspektif Al-Qur’an

Nabi Ibrahim, bapak para nabi, pergi ke negeri ini karena Allah sendiri menjaminnya sebagai tempat yang aman dan penuh berkah. Bagaimana kita bisa tega membiarkan tanah yang dipilih oleh Allah untuk para kekasih-Nya kini berada di bawah cengkeraman penjajah?

  1. Surah Al-Anbiya Ayat 81: Kekuasaan Nabi Sulaiman di Tanah Berkah

وَلِسُلَيْمَانَ الرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِي بِأَمْرِهِ إِلَى الْأَرْضِ الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا ۚ وَكُنَّا بِكُلِّ شَيْءٍ عَالِمِينَ

“Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.” (QS Al-Anbiya [21]: 81).

Dalam Tafsir Al-Wajiz, Syaikh Prof. Dr. Wahbah Az-Zuhaili menjelaskan: “ke negeri yang Kami telah memberkatinya” adalah kawasan Syam, tempat tinggal dan kekuasaan Nabi Sulaiman ‘alaihissalam.

Ini adalah puncak kejayaan Bani Israil di masa lalu: Sulaiman diberi kekuasaan atas angin, jin, dan burung, dan ia berkuasa di tanah yang diberkahi ini. Namun sekali lagi, ketika mereka menyimpang, kejayaan itu berpindah. Kini, tanah yang sama menjadi saksi penderitaan umat Islam yang berusaha menjaga kesuciannya.

Baca Juga: Perang Gaza dan Perubahan Persepsi Publik Amerika terhadap Palestina

  1. Surah Saba Ayat 18: Negeri Berdekatan yang Penuh Keberkahan

وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ الْقُرَى الَّتِي بَارَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَاهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا السَّيْرَ ۖ سِيرُوا فِيهَا لَيَالِيَ وَأَيَّامًا آمِنِينَ

“Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkah kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam dan siang hari dengan aman.” (QS Saba [34]: 18).

Dalam kitab Zubdatut Tafsir Min Fathil Qadir, Syaikh Dr. Muhammad Sulaiman al-Asyqar menjelaskan: ini adalah wilayah di antara negeri Saba’ (Yaman) dan daerah Syam (termasuk Palestina) yang penuh keberkahan. Keberkahan itu berupa limpahan air, pepohonan, dan keamanan. Sehingga para pedagang bisa berjalan dari Yaman ke Syam tanpa membawa bekal, karena di setiap perjalanan ada desa-desa yang saling berdekatan.

Inilah negeri yang dulu begitu makmur dan aman sehingga orang bisa bepergian tanpa takut kelaparan atau perampokan. Bandingkan dengan Gaza hari ini, di mana seorang anak tidak bisa berjalan 100 meter tanpa takut bom. Betapa jauhnya kita telah jatuh dari keberkahan yang Allah janjikan.

Menjaga Keberkahan

Baca Juga: Berubah ke Arah yang Lebih Baik

Lima ayat ini bukan sekadar bacaan. Ayat-ayat suci tersebut adalah pengingat ilahi bahwa Palestina bukanlah tanah biasa. Ini adalah tanah yang dipilih Allah sendiri untuk diberkahi, untuk menjadi tempat para Nabi, untuk menjadi pusat ibadah umat manusia.

Keberkahan ini memiliki syarat: ketaatan kepada Allah dan pemeliharaan terhadap kesucian tanah ini. Jika umat Islam lalai, maka keberkahan bisa berubah menjadi bencana. Dan kita menyaksikan sendiri hari ini, ketika Al-Aqsa dinodai, ketika ribuan masjid di Gaza hancur, ketika azan dilarang, dan ketika pemukim dengan leluasa menyerbu tanah suci, itu semua adalah cerminan kelalaian kita.

Maka, jika kita ingin kembali mendapatkan keberkahan negeri para Nabi ini, kemuliaan dan kehormatan umat Islam, kita harus kembali kepada Allah. Kita harus memuliakan, menjaga, dan membela Al-Aqsa dan sekitarnya dari cengkeraman penjajah. Hingga negeri para Nabi itu dapat merdeka, dan rakyatnya hidup dalam kedamaian dan kesejahteraan.

Marilah kita jadikan kesadaran akan lima ayat ini sebagai bahan bakar perjuangan kita, dengan doa yang tidak pernah putus, dengan suara yang tidak pernah diam, dan dengan tekad yang tidak pernah padam.

Baca Juga: Al-Aqsa Cahaya Keberkahan yang Menyinari Alam Semesta Sepanjang Masa

Karena tanah yang diberkahi ini, pada akhirnya, akan kembali kepada pemiliknya yang sah, yakni umat Islam, sebagai pewaris para Nabi, untuk menjaga dan memakmurkannya hingga akhir zaman. Aamiin. []

Penulis, Ali Farkhan Tsani, adalah Duta Al-Quds Internasional dan Redaktur Senior MINA News.

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Keutamaan Al-Qur’an: Dari Musabaqah untuk Diamalkan dalam Kehidupan

Rekomendasi untuk Anda