Tel Aviv, MINA – Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu memerintahkan angkatan darat untuk menangguhkan operasi militer hingga ia kembali dari AS karena kekhawatiran akan “keterlibatan yang tidak diinginkan” selama pertemuannya dengan Presiden AS Donald Trump.
“Kepemimpinan politik telah menginstruksikan angkatan darat Israel untuk menangguhkan beberapa operasi militer hingga Netanyahu kembali dari kunjungannya ke AS,” kata lembaga penyiaran publik KAN, Senin (29/12).
Dikutip dari Anadolu, Netanyahu tiba di AS pada Ahad untuk bertemu dengan Trump. Perjalanan ini dilakukan setelah angkatan darat mengatakan seorang perwira cadangan terluka dalam ledakan bom di Rafah di Gaza selatan, dengan Netanyahu menyalahkan Hamas atas ledakan tersebut.
Pembicaraan antara Trump dan Netanyahu diperkirakan akan membahas transisi ke fase kedua kesepakatan gencatan senjata Gaza yang mulai berlaku pada 10 Oktober.
Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur
Fase kedua rencana tersebut menyerukan pembentukan mekanisme pemerintahan baru di Gaza, tanpa partisipasi Hamas, pembentukan pasukan multinasional, dan pelucutan senjata Hamas.
Sejak Oktober 2023, serangan Israel telah menewaskan lebih dari 71.000 warga Palestina di wilayah tersebut, sebagian besar adalah perempuan dan anak-anak, dan membuat wilayah itu sebagian besar tidak layak huni. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
















Mina Indonesia
Mina Arabic