New Delhi, MINA – Para menteri luar negeri negara-negara anggota BRICS mulai menggelar pertemuan tingkat tinggi di New Delhi, India, Kamis (14/5) di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik dunia dan berlangsungnya pertemuan penting Presiden Tiongkok Xi Jinping dengan Presiden Amerika Serikat Donald Trump di Beijing.
Pertemuan dua hari tersebut dihadiri para diplomat dari anggota BRICS yang kini telah berkembang menjadi 11 negara, termasuk Brasil, Rusia, India, China, Afrika Selatan, Iran, Mesir, Ethiopia, Uni Emirat Arab, dan Indonesia.
Agenda utama pembahasan mencakup stabilitas ekonomi global, konflik Timur Tengah, keamanan energi, hingga penguatan kerja sama negara-negara Global South. Ariananews melaporkan.
Menteri Luar Negeri India Subrahmanyam Jaishankar dalam pidatonya menekankan pentingnya menjaga jalur perdagangan internasional dan menolak penggunaan sanksi sepihak yang dinilai bertentangan dengan hukum internasional.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Ia menyebut tekanan politik dan ekonomi tidak dapat menggantikan diplomasi dalam menyelesaikan konflik global.
Pertemuan BRICS kali ini berlangsung dalam suasana penuh tantangan setelah perang Iran dan lonjakan harga minyak dunia memunculkan perbedaan sikap di internal blok tersebut.
Iran dilaporkan mendesak negara-negara anggota mengambil posisi tegas terhadap Amerika Serikat dan Israel, sementara beberapa anggota lain memilih pendekatan yang lebih hati-hati demi menjaga keseimbangan diplomatik.
Di saat bersamaan, perhatian dunia juga tertuju pada pertemuan Xi Jinping dan Donald Trump di Beijing yang membahas isu perdagangan, Taiwan, konflik Timur Tengah, serta hubungan strategis kedua negara.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Banyak pengamat menilai momentum bersamaan antara forum BRICS dan dialog Washington-Beijing menunjukkan meningkatnya perebutan pengaruh dalam tatanan dunia multipolar yang sedang terbentuk.
BRICS dalam beberapa tahun terakhir semakin dipandang sebagai kekuatan alternatif terhadap dominasi Barat dalam ekonomi dan politik internasional. Namun, perluasan keanggotaan juga membawa tantangan baru berupa perbedaan kepentingan antaranggota.
Meski demikian, forum di India ini diharapkan mampu memperkuat posisi BRICS sebagai wadah kerja sama negara berkembang dalam menghadapi ketidakpastian global yang semakin kompleks. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic