Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Rudal Balasan Iran Hantam Pangkalan Militer AS, Ketegangan Washington-Teheran Kembali Meningkat

Widi Kusnadi Editor : Ali Farkhan Tsani - Ahad, 28 Juni 2026 - 17:00 WIB

Ahad, 28 Juni 2026 - 17:00 WIB

61 Views ㅤ

Penampakan rudal Iran (foto: X)

Kuwait, MINA – Ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat setelah sebuah serangan rudal balasan Iran menghantam pangkalan militer Amerika di kawasan Kuwait dan Bahrain.

Insiden tersebut memicu kekhawatiran akan meluasnya eskalasi konflik di tengah situasi kawasan yang masih belum sepenuhnya stabil pascagencatan senjata antara Iran dan Israel.

Laporan awal menyebutkan rudal menghantam fasilitas yang digunakan militer Amerika Serikat, sehingga memicu alarm sistem pertahanan udara di sekitar pangkalan. Al-Jazeera melaporkan, Ahad (28/6).

Otoritas keamanan masih melakukan investigasi terhadap dampak serangan, termasuk kemungkinan adanya korban maupun kerusakan infrastruktur. Hingga kini, belum ada keterangan resmi yang memastikan pihak yang bertanggung jawab atas serangan tersebut.

Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global

Insiden ini terjadi di tengah hubungan Washington dan Teheran yang kembali memanas dalam beberapa pekan terakhir.

Ketegangan dipicu tudingan AS dan Israel terkait program nuklir Iran, serta keberadaan pasukan Amerika Serikat di Timur Tengah.

Amerika Serikat masih mempertahankan sejumlah pangkalan militer di kawasan Teluk dan Timur Tengah sebagai bagian dari strategi pengamanan jalur pelayaran internasional serta dukungan terhadap sekutu-sekutunya di kawasan.

Sementara itu, Iran berulang kali menegaskan bahwa kehadiran militer AS di kawasan menjadi salah satu sumber ketidakstabilan regional dan menyerukan agar pasukan asing meninggalkan Timur Tengah.

Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun

Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) bersama sejumlah negara mendorong penyelesaian sengketa melalui jalur diplomasi, mengingat konflik terbuka antara Iran dan Amerika Serikat dikhawatirkan dapat mengganggu stabilitas keamanan, ekonomi, serta distribusi energi global, terutama di kawasan Teluk.

Perkembangan terbaru ini menunjukkan bahwa situasi keamanan di Timur Tengah masih sangat rapuh.

Meski intensitas konflik Iran-Israel mulai mereda, ketegangan yang melibatkan Amerika Serikat dan Iran tetap berpotensi memicu dinamika baru yang dapat berdampak terhadap keamanan regional maupun kepentingan internasional. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Usai Penutupan Konsulat di Yerusalem Timur

Rekomendasi untuk Anda

Dunia Islam
Internasional
Internasional
Timur Tengah