Amman, MINA – Dua personel militer Amerika Serikat dilaporkan tewas dalam serangan rudal dan pesawat nirawak (drone) yang dilancarkan Iran ke sebuah pangkalan militer AS di Yordania.
Serangan tersebut menjadi salah satu insiden paling mematikan bagi militer Amerika sejak eskalasi konflik antara Washington dan Teheran dalam beberapa pekan terakhir.
Komando Pusat Amerika Serikat (CENTCOM) menyatakan serangan juga menyebabkan sejumlah personel lainnya mengalami luka-luka.
Militer AS menyebut sistem pertahanan udara berhasil mencegat sebagian rudal dan drone, namun beberapa proyektil tetap menghantam area pangkalan sehingga menimbulkan korban jiwa dan kerusakan fasilitas.
Baca Juga: Wapres AS: Perundingan dengan Iran Ada Kemajuan, Tapi Belum Deal
Iran menyatakan serangan itu merupakan respons atas operasi militer Amerika Serikat yang terus menggempur sejumlah sasaran di wilayahnya selama delapan malam berturut-turut. Teheran menegaskan akan terus membalas setiap tindakan yang dinilai melanggar kedaulatan dan mengancam keamanan nasionalnya.
Insiden di Yordania menandai meluasnya dampak konflik ke negara-negara kawasan. Dalam beberapa hari terakhir, pangkalan-pangkalan militer Amerika Serikat di sejumlah negara Teluk berada dalam status siaga tinggi, sementara pemerintah setempat memperketat pengamanan terhadap berbagai objek vital untuk mengantisipasi serangan lanjutan.
Eskalasi tersebut juga memicu kekhawatiran internasional terhadap stabilitas Timur Tengah. Sejumlah negara menyerukan agar semua pihak menahan diri karena konflik yang terus meluas berpotensi mengganggu jalur pelayaran di Selat Hormuz, distribusi energi global, serta memperburuk situasi keamanan regional.
Hingga kini, Amerika Serikat belum mengumumkan langkah balasan secara rinci. Namun, para pengamat menilai tewasnya dua personel militer AS dapat meningkatkan tekanan terhadap Washington untuk mengambil respons yang lebih keras, sekaligus memperbesar risiko meluasnya konflik di kawasan Timur Tengah. []
Baca Juga: PBB: 300.000 Warga Yaman Mengungsi, Taiz Terisolasi
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic