Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

WFP Peringatkan Bahaya Kerawanan Pangan di Gaza Kian Parah

Hasanatun Aliyah Editor : Rudi Hendrik - Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:19 WIB

Sabtu, 25 Juli 2026 - 00:19 WIB

14 Views

Gaza, MINA – Program Pangan Dunia (WFP) PBB memperingatkan pada Jumat (24/7) bahwa kondisi pangan di Gaza bakal semakin buruk jika tak ada tambahan dana untuk mempertahankan bantuan kemanusiaan.

Meskipun ada tanda-tanda bahwa bantuan darurat mulai meringankan kelaparan, WFP menyebut kemajuan yang dicapai masih rapuh.

“Situasi akan memburuk,” ujar Ross Smith, Direktur Kesiapsiagaan dan Respons Darurat WFP, saat menjawab pertanyaan Anadolu Agency dalam pengarahan PBB di Jenewa.

Smith menjelaskan, laporan Klasifikasi Fase Ketahanan Pangan Terpadu (IPC) terbaru menunjukkan jumlah orang yang mengalami kerawanan pangan akut turun dari 1,6 juta menjadi 1,4 juta, atau sekitar 10 persen. Namun, ia menekankan bahwa ini bukan tanda pemulihan, melainkan bukti bahwa bantuan kemanusiaan sedang bekerja.

Baca Juga: Jumlah Perempuan Palestina di Penjara Israel Capai 88 Orang

“Tapi penting untuk memahami temuan ini dengan benar. Ini bukan cerita pemulihan; ini adalah cerita bahwa bantuan kemanusiaan berhasil. Itu tidak berarti pekerjaan kita selesai, dan itu tidak berarti orang-orang di Gaza tidak lagi berisiko,” tegasnya.

Ia menyebut lebih dari 200.000 orang masih berada dalam Fase 4 (Darurat), terutama di daerah dekat apa yang disebut “garis kuning” dan “garis oranye.”

“Jika kami tidak mendapatkan dukungan tambahan dan terpaksa harus mengurangi bantuan, maka situasi masyarakat akan semakin memburuk,” kata Smith.

Ia menambahkan bahwa proyeksi ke depan sangat bergantung pada perkembangan kondisi dalam beberapa bulan mendatang.

Baca Juga: Pasukan Israel Mundur dari Hebron Setelah 10 Hari Serangan Militer

Menurutnya, pendanaan kini menjadi ancaman terbesar bagi ketahanan pangan di Gaza, bahkan melampaui kendala akses kemanusiaan.

Smith mengungkapkan bahwa WFP membutuhkan lebih dari $420 juta untuk mempertahankan operasinya di Gaza dan Tepi Barat hingga akhir tahun. Badan ini pun sudah mulai mengurangi bantuan, dengan memotong transfer tunai sebesar 25% bulan ini dan mengurangi setengah jatah makanan untuk 220.000 rumah tangga.[]

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Israel Lanjutkan Serangan di Gaza, Lima Warga Palestina Syahid 

Rekomendasi untuk Anda