Roma, MINA – Pemerintah Italia meningkatkan status kewaspadaan di sejumlah wilayah setelah gelombang panas yang melanda Eropa mendorong suhu udara mencapai sekitar 39 derajat Celsius di beberapa kota.
Kondisi cuaca ekstrem tersebut memicu peringatan kesehatan bagi kelompok rentan, terutama lansia, anak-anak, dan mereka yang memiliki penyakit kronis. Adadolu melaporkan, Selasa (23/6).
Otoritas meteorologi Italia melaporkan bahwa fenomena udara panas yang berasal dari Afrika Utara menyebabkan suhu di berbagai wilayah Italia meningkat tajam.
Pemerintah setempat menerbitkan peringatan panas tingkat tinggi di sejumlah kota besar, termasuk Roma, Milan, dan Florence, serta mengimbau masyarakat membatasi aktivitas luar ruangan pada siang hari.
Baca Juga: Rabi Terkemuka Israel Sebut Lebih Baik Dipimpin Pemerintahan Arab daripada Zionisme
Gelombang panas yang melanda Italia merupakan bagian dari fenomena cuaca ekstrem yang juga dirasakan negara-negara lain di Eropa.
Di Spanyol, suhu dilaporkan menembus 40 derajat Celsius, sementara Prancis dan sejumlah negara Eropa Barat lainnya menghadapi kondisi serupa yang mengganggu aktivitas masyarakat, transportasi, hingga kegiatan pendidikan.
Selain risiko kesehatan, suhu tinggi juga meningkatkan tekanan terhadap pasokan energi akibat melonjaknya penggunaan pendingin udara. Sejumlah perusahaan utilitas di Italia dilaporkan memperkuat kesiapan jaringan listrik guna mengantisipasi lonjakan konsumsi listrik selama periode cuaca panas berkepanjangan.
Gelombang panas yang semakin sering terjadi di Eropa berkaitan dengan perubahan iklim global. Fenomena yang dikenal sebagai “heat dome” atau kubah panas menyebabkan udara panas terperangkap di atmosfer dalam waktu lama, sehingga suhu tetap tinggi selama beberapa hari bahkan pekan.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Badan-badan cuaca Eropa memperkirakan kondisi panas ekstrem masih berpotensi berlanjut dalam beberapa hari ke depan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic