DI TENGAH arus solidaritas global terhadap Palestina, muncullah sebuah gerakan yang lahir dari kepedulian mendalam terhadap nasib perempuan dan anak-anak di Palestina, khususnya di Jalur Gaza. Namanya Maemuna Center Indonesia.
Maemuna Center Indonesia yang beralamat di Gedung Rasil lt. 3 Jl. Masjid Silaturahim No. 36 Kalimanggis, Jatikarya, Jatisampurna, Cibubur-Bekasi, Jawa Barat, ini merupakan divisi atau sayap perempuan dari Aqsa Working Group (AWG), organisasi kemanusiaan yang berfokus pada perjuangan rakyat Palestina dan pembelaan terhadap Masjid Al-Aqsa.
Lembaga filantropi Maemuna Center Indonesia tidak sekadar menjadi simbol solidaritas, melainkan gerakan nyata yang menginspirasi perempuan Indonesia untuk turut serta dalam misi kemanusiaan. Dengan semangat perjuangan perempuan untuk Al-Aqsa dan Palestina, lembaga ini hadir sebagai respons atas panggilan kemanusiaan yang mendesak di Tanah Suci Baitul Maqdis.
Sejarah Berdiri 2019
Baca Juga: Tiga Jenderal Polri Tersangka Penyadapan Ilegal Ditahan di Rutan Mabes
Maemuna Center Indonesia didirikan pada Sabtu, 9 November 2019 di Aula AK Anshori Universitas Muhammadiyah Purwokerto (UMP), Purwokerto, Jawa Tengah. Lembaga ini didirikan sebagai lembaga sosial kemanusiaan yang peduli terhadap kondisi dan masalah perempuan serta anak-anak yang terdampak konflik dan perang di negara-negara Muslim, terutama Palestina.
Kehadirannya menjadi wadah bagi kepedulian perempuan Indonesia untuk turut serta dalam perjuangan pembebasan Al-Aqsa dan kemerdekaan Palestina.
Perjalanan Maemuna Center Indonesia diwarnai oleh pergantian kepemimpinan yang masing-masing memberikan kontribusi berharga bagi perjuangan Al-Aqsa.
- Ketua Pertama, Fitriyah Mukti Asih
Sebagai ketua pertama, Fitriyah Mukti Asih memimpin Maemuna Center Indonesia pada masa-masa awal pembentukan tahun 2019.
Baca Juga: MUI Apresiasi Pencopotan Kapolres Sukoharjo, Terkait Penggeledahan Ponpes Hamalatul Quran
Pada Mei 2021, ia mengajak seluruh muslimah Indonesia untuk melakukan aksi dukungan bagi Palestina dan mengecam serangan Zionis Israel ke Masjidil Aqsa. Di bawah kepemimpinannya, Maemuna Center Indonesia juga memperkuat hubungan diplomatik dengan Palestina melalui audiensi dengan Duta Besar Palestina pada 2020.
- Ketua Kedua, Onny Firyanti Hamidi
Pada 12 Maret 2022, berlangsung serah terima amanat kepengurusan dari Fitri Muktiasih kepada Onny Firyanti Hamidi. Di bawah kepemimpinan Onny, Maemuna Center Indonesia mengalami perkembangan pesat, terutama dalam program-program kemanusiaan berskala besar.
Puncak pencapaiannya adalah inisiasi pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Indonesia di Gaza, proyek yang menjadi bukti nyata kepedulian bangsa Indonesia terhadap krisis kemanusiaan di Palestina.
Onny memimpin langsung berbagai kampanye donasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.
Baca Juga: Aktivis Ilustrasikan Gempa, Rasakan Getaran Bom di Palestina
- Ketua Ketiga, Siti Mutmainah
Pada 18 Juli 2026, Aqsa Working Group (AWG) secara resmi menetapkan Siti Mutmainah sebagai Ketua Maemuna Center Indonesia yang baru, menggantikan Onny Firyanti Hamidi yang telah menyelesaikan masa baktinya.
Siti Mutmainah, yang akrab disapa Iin, adalah istri dari almarhum Nur Ikhwan Abadi, Ketua Presidium AWG sebelumnya yang gugur sebagai syuhada. Dalam sambutan perdananya, ia menyatakan kesiapannya melanjutkan program-program perjuangan pembebasan Al-Aqsa.
Dengan penuh haru, ia mengatakan, “Nafas perjuangan, darah dan air mata para syuhada pembela Al-Aqsa, bukan cerita masa lalu. Tapi menjadi obor semangat untuk hari ini dan seterusnya.”
Ia menegaskan bahwa kaum perempuan adalah pilar penting dalam perjuangan Al-Aqsa, meskipun mereka sering menjadi kelompok paling rentan di Palestina, bersama dengan anak-anak. Ia meyakini bahwa setiap tetes keringat yang dicurahkan untuk perjuangan Al-Aqsa akan bernilai ibadah jihad di sisi Allah.
Baca Juga: Pimpinan Hidayatullah: Sampai Kapan Bela Palestina? Sampai Palestina Merdeka!
Suara bagi Perempuan dan Anak Palestina
Maemuna Center Indonesia resmi menjadi bagian dari AWG dengan mandat khusus menangani isu-isu perempuan dan anak di Palestina. Ketika konflik di Gaza berkecamuk, mereka melihat fakta yang memilukan, sekitar 70 persen korban genosida adalah perempuan dan anak-anak.
Banyak ibu terpaksa melahirkan tanpa anestesi, sementara anak-anak harus menjalani amputasi tanpa obat penghilang rasa sakit.
Kondisi ini mendorong Maemuna Center bergerak cepat. Mereka memposisikan diri tidak hanya sebagai penonton, melainkan pelaku perubahan yang nyata. Langkah paling monumental yang mereka inisiasi adalah pembangunan Rumah Sakit Ibu dan Anak (RSIA) Indonesia di Gaza, sebuah proyek kemanusiaan yang menjadi bukti nyata kepedulian bangsa Indonesia.
Baca Juga: Wakil Ketua MUI Serukan “Bocelli No, Palestina Yes!” dan Bacakan Fatwa Dukungan Palestina
Membangun RSIA Indonesia di Gaza
Proyek unggulan Maemuna Center Indonesia adalah pembangunan RSIA Indonesia di Gaza Utara. Rumah sakit ini akan berdiri di atas lahan wakaf seluas 6.000 meter persegi yang diberikan oleh Kementerian Kesehatan Palestina, tepat di dekat Rumah Sakit Indonesia yang telah beroperasi sejak 2015.
Bangunan RSIA direncanakan terdiri dari empat lantai dengan luas total 10.310 meter persegi. Diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp400 miliar.
Tim advance telah diberangkatkan ke Kairo, Mesir, pada Juli 2025 untuk membangun jaringan dengan supplier material konstruksi dan melakukan koordinasi dengan lembaga kemanusiaan yang berpengalaman.
Baca Juga: Ketua Presidium AWG Bacakan Ulang Ikrar Pembebasan Al-Aqsa 20 Tahun Silam di Monas
Edukasi dan Literasi Digital
Maemuna Center Indonesia paham bahwa perjuangan tidak hanya di medan perang, tetapi juga di ruang digital. Mereka aktif mengedukasi masyarakat Indonesia melalui media sosial, webinar, dan kampanye daring.
Salah satu program rutin mereka adalah Maemuna Webinar Series, yang mengangkat tema-tema seputar literasi Al-Aqsa.
Terkini, Webinar Volume 4 bertajuk “Al-Aqsa Literacy for Muslim Families Amid Global Crisis” bertujuan menanamkan kecintaan pada Masjid Al-Aqsa sebagai bagian dari pendidikan iman dan hati nurani generasi muda. Acara ini menghadirkan narasumber Ali Farkhan Tsani (Duta Al-Quds Internasional) dan Zayyin Achmad (CEO Better Youth Foundation).
Baca Juga: 75 Ribu Warga Gaza Syahid dalam Tiga Tahun Terakhir
Melalui media sosial resmi dan situs www.rsiaindonesiadigaza.com, Maemuna Center Indoensia juga meluncurkan sistem donasi digital yang memudahkan masyarakat untuk berpartisipasi. Metode pembayaran beragam, mulai dari transfer antarbank, QRIS, hingga donasi tunai melalui biro Maemuna Center Indonesia di berbagai daerah.
Perempuan Indonesia, Sahabat Sejati Palestina
Maemuna Center Indonesia adalah bukti bahwa kepedulian terhadap Palestina tidak pernah pudar di hati rakyat Indonesia. Dari pembangunan rumah sakit, kampanye literasi digital, hingga pengembangan edukasi dan narasi, Maemuna Center Indonesia terus bergerak dengan konsistensi dan keberanian.
Mereka mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk terlibat, tidak hanya melalui doa, tetapi juga donasi dan penyebaran informasi. Karena seperti pesan yang terus mereka gaungkan: iman, cinta, dan solidaritas tidak akan pernah bisa dibungkam oleh bom. []
Baca Juga: Ketua Maemuna Center Indonesia: Palestina Ujian bagi Nurani
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic