Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khutbah Jumat: Kewajiban Menolong Warga Palestina yang Terjajah

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:11 WIB

Jumat, 14 Agustus 2026 - 07:11 WIB

53 Views ㅤ

Khutbah Jumat: Kewajiban Menolong Warga Palestina yang Terjajah
Masjidil Aqsa (foto : x)

KHUTBAH JUMAT kali ini mengingatkan umat akan pentingnya menjaga integritas keimanan, dengan topik “Kewajiban Menolong Warga Palestina yang Terjajah,” oleh Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior MINA News. Berikut naskah selengkapnya.

إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُورِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

Ma’asyiral muslimin jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beserta keluarganya, para sahabatnya dan pengikutnya yang setia hingga Yaumul Kiamah.

Marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan sebenar-benarnya takwa. Takwa yang tidak berhenti pada ucapan di lisan saja, tetapi takwa yang meresap ke dalam hati, memengaruhi cara berpikir, lalu terwujud dalam setiap sikap dan amal perbuatan.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Risalah Kemanusiaan dari Bumi Palestina

Takwa menjadi sumber kekuatan ketika menghadapi ujian, penolong di saat kesulitan, dan cahaya yang membimbing langkah di tengah gelapnya berbagai fitnah dan kedzaliman. Salah satu tanda takwa yang sejati adalah rasa peduli terhadap penderitaan sesama manusia, khususnya kaum Muslimin yang tertindas.

Saudara-saudara kita di Palestina adalah saudara kita, satu agama, satu kiblat, dan satu tujuan. Mereka sedang menghadapi penjajahan yang tak berkesudahan. Rumah-rumah mereka dihancurkan, anak-anak dan perempuan menjadi korban, dan mereka hidup dalam kepungan ketakutan serta penderitaan.

Ma’asyiral Muslimin yang dimuliakan Allah

Islam mengajarkan hubungan sosial yang dilandasi dengan keimanan dan rasa persaudaraan (ukhuwah), bukan dilandasi kepentingan duniawi. Ibarat sebuah pohon, iman adalah akarnya, ukhuwah adalah pokok batangnya, dan aksi nyata adalah buahnya. Memberi pertolongan dan bantuan adalah buah yang muncul dari kombinasi antara keimanan dan ukhuwah.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Kehidupan Dunia Tempat Menanam Kebaikan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman dalam Surah Al-Ma’idah ayat 2:

وَتَعَاوَنُوْا عَلَى الْبِرِّ وَالتَّقْوٰىۖ وَلَا تَعَاوَنُوْا عَلَى الْاِثْمِ وَالْعُدْوَانِ ۖ وَاتَّقُوا اللّٰهَ ۗ اِنَّ اللّٰهَ شَدِيْدُ الْعِقَابِ

“Dan tolong-menolonglah kamu dalam (mengerjakan) kebajikan dan takwa, dan jangan tolong-menolong dalam berbuat dosa dan pelanggaran. Dan bertakwalah kamu kepada Allah, sesungguhnya Allah amat berat siksa-Nya.” (QS. Al-Ma’idah [5]: 2).

Imam Ath-Thabari rahimahullah menjelaskan bahwa perintah untuk saling tolong-menolong dalam kebajikan merupakan kaidah umum yang berlaku dalam seluruh aspek kehidupan. Seorang Muslim diperintahkan untuk bekerja sama dalam urusan kemanusiaan dan menegakkan keadilan kepada siapa saja, tidak terbatas kepada sesama umat Islam saja.

Hadirin yang sama-sama mengharapkan ampunan Allah

Baca Juga: Khutbah Jumat: Islam Menjaga Perdamaian  

Allah juga berfirman dalam Surah Al-Anfal ayat 72:

اِنَّ الَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَهَاجَرُوْا وَجَاهَدُوْا بِاَمْوَالِهِمْ وَاَنْفُسِهِمْ فِيْ سَبِيْلِ اللّٰهِ وَالَّذِيْنَ اٰوَوْا وَّنَصَرُوْٓا اُولٰۤىِٕكَ بَعْضُهُمْ اَوْلِيَاۤءُ بَعْضٍۗ وَالَّذِيْنَ اٰمَنُوْا وَلَمْ يُهَاجِرُوْا مَا لَكُمْ مِّنْ وَّلَايَتِهِمْ مِّنْ شَيْءٍ حَتّٰى يُهَاجِرُوْاۚ وَاِنِ اسْتَنْصَرُوْكُمْ فِى الدِّيْنِ فَعَلَيْكُمُ النَّصْرُ اِلَّا عَلٰى قَوْمٍۢ بَيْنَكُمْ وَبَيْنَهُمْ مِّيْثَاقٌۗ وَاللّٰهُ بِمَا تَعْمَلُوْنَ بَصِيْرٌ ۝٧٢

Artinya: “Sesungguhnya orang-orang yang beriman, berhijrah, dan berjihad dengan harta dan jiwanya pada jalan Allah, serta orang-orang yang memberikan tempat kediaman dan memberi pertolongan (kepada Muhajirin), mereka itu sebagiannya merupakan pelindung bagi sebagian yang lain. Orang-orang yang beriman tetapi belum berhijrah, maka tidak ada kewajiban sedikit pun atas kamu untuk melindungi mereka sehingga mereka berhijrah. (Akan tetapi,) jika mereka meminta pertolongan kepadamu dalam (urusan pembelaan) agama (Islam), wajib atas kamu memberikan pertolongan, kecuali dalam menghadapi kaum yang telah terikat perjanjian antara kamu dengan mereka. Allah Maha Melihat apa yang kamu kerjakan.” (QS. Al-Anfal: 72).

Ayat ini menegaskan kewajiban kita untuk menolong saudara-saudara kita yang sedang teraniaya. Menolong orang yang dizalimi adalah bagian dari jihad fi sabilillah. Islam tidak mengajarkan umatnya menjadi penonton dalam kezaliman, tetapi pelaku dalam kebenaran.

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda:

Baca Juga: Khutbah Jumat: Mentadaburi Surat Al-Isra dalam Pembebasan Al-Aqsa

مَنْ لَمْ يَهْتَمَّ بِأَمْرِ الْمُسْلِمِينَ فَلَيْسَ مِنْهُمْ

“Barang siapa yang tidak peduli dengan urusan umat Islam, maka dia bukan bagian dari umat Islam.” (HR. Bukhari).

Dan dalam hadis lain, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

مَنْ رَأَى مِنْكُمْ مُنْكَرًا فَلْيُغَيِّرْهُ بِيَدِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِلِسَانِهِ، فَإِنْ لَمْ يَسْتَطِعْ فَبِقَلْبِهِ، وَذَلِكَ أَضْعَفُ الْإِيمَانِ

“Barang siapa di antara kalian melihat kemungkaran, maka ubahlah dengan tangannya. Jika tidak mampu, maka dengan lisannya. Jika tidak mampu juga, maka dengan hatinya, dan itu adalah selemah-lemahnya iman.” (HR. Muslim).

Diam terhadap kezaliman adalah bentuk pembiaran. Dan pembiaran terhadap kezaliman adalah dosa besar.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Melestarikan Alam Menyelamatkan Kehidupan

Ma’asyiral muslimin rahimakumullah

Kewajiban menolong warga Palestina tidak hanya terbatas pada doa dan simpati, tetapi harus diwujudkan dalam bentuk-bentuk pertolongan nyata. Di antara bentuk pertolongan yang dapat kita lakukan adalah:

  1. Memberikan Bantuan Makanan dan Bahan Pokok

Allah mengingatkan kita dalam Surah Al-Ma’un:

أَرَأَيْتَ الَّذِي يُكَذِّبُ بِالدِّينِ (١) فَذَٰلِكَ الَّذِي يَدُعُّ الْيَتِيمَ (٢) وَلَا يَحُضُّ عَلَىٰ طَعَامِ الْمِسْكِينِ (٣)

“Tahukah kamu (orang) yang mendustakan agama? Itulah orang yang menghardik anak yatim, dan tidak mendorong memberi makan orang miskin.” (QS. Al-Ma’un: 1-3).

Baca Juga: Khutbah Jumat: Jangan Pernah Berhenti Menyuarakan Al-Aqsa

Memberi makan kepada saudara-saudara kita yang kelaparan di Gaza adalah bentuk pengamalan langsung dari surat ini. Kita dapat menyalurkan bantuan berupa sembako, makanan siap saji, susu untuk anak-anak, dan bahan makanan pokok lainnya melalui lembaga-lembaga terpercaya.

  1. Memberikan Bantuan Pakaian dan Perlengkapan

Musim dingin di Gaza sangat keras, sementara ribuan keluarga kehilangan tempat tinggal dan pakaian layak. Kita dapat menyalurkan bantuan berupa pakaian hangat, selimut, dan perlengkapan musim dingin lainnya.

  1. Memberikan Bantuan Obat-obatan dan Peralatan Medis

Rumah sakit di Gaza kekurangan obat-obatan dan peralatan medis. Mesin diesel untuk rumah sakit, alat-alat kesehatan, hingga obat-obatan dasar sangat dibutuhkan untuk menyelamatkan nyawa.

  1. Bahan Bakar dan Peralatan Penting

Listrik di Gaza sangat terbatas. Bahan bakar untuk generator, pompa pengeboran air, mesin diesel untuk rumah sakit, dan perlengkapan penting lainnya sangat dibutuhkan untuk mendukung kehidupan dasar.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Sabar Dalam Menghadapi Musibah

  1. Al-Qur’an, Buku, dan Alat Tulis

Anak-anak di Gaza kehilangan akses pendidikan. Ribuan sekolah hancur. Al-Qur’an, buku-buku pelajaran, dan alat tulis menjadi kebutuhan mendesak agar generasi muda Palestina tetap bisa belajar dan tidak kehilangan masa depan.

  1. Tenda dan Perlengkapan Tempat Tinggal

Ratusan ribu warga Gaza kehilangan rumah mereka. Tenda-tenda pengungsian dan perlengkapan tempat tinggal darurat menjadi kebutuhan yang sangat mendesak.

  1. Alat-alat Kerja untuk Menghidupkan Ekonomi

Setelah kehancuran, warga Gaza membutuhkan alat-alat kerja untuk memulai kembali kehidupan ekonomi mereka: peralatan pertanian, alat-alat pertukangan, mesin jahit, dan berbagai peralatan produktif lainnya.

Ma’asyiral Muslimin rahimakuullah

Baca Juga: Khutbah Jumat: Berbakti Kepada Orang Tua, Kunci Kesuksesan dan Keberkahan Hidup

Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan bahwa barang siapa yang membantu saudaranya yang dalam kesulitan, maka Allah akan membantu kesulitannya di dunia dan akhirat. Maka, janganlah kita menjadi umat yang apatis. Jangan biarkan saudara-saudara kita di Palestina berjuang sendirian.

Ingatlah firman Allah:

كُنْتُمْ خَيْرَ أُمَّةٍ أُخْرِجَتْ لِلنَّاسِ تَأْمُرُونَ بِالْمَعْرُوفِ وَتَنْهَوْنَ عَنِ الْمُنْكَرِ

“Kamu adalah umat terbaik yang dilahirkan untuk manusia, (karena) kamu menyuruh yang makruf dan mencegah yang mungkar…” (QS. Ali ‘Imran: 110).

Menjadi umat terbaik berarti menjalankan tanggung jawab kepada Allah, kepada sesama Muslim, dan kepada seluruh umat manusia. Marilah kita wujudkan solidaritas kita dengan aksi nyata, sebagaimana firman Allah:

Baca Juga: Khutbah Jumat: Tugas Besar Rasulullah ﷺ dan Kunci Kesuksesannya

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

“Sesungguhnya orang-orang beriman itu bersaudara.” (QS. Al-Hujurat: 10).

بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Khutbah Jumat: Kemerdekaan Hakiki Sebagai Hamba Allah

Rekomendasi untuk Anda