KHUTBAH JUMAT kali ini mengingatkan umat akan pentingnya menjaga integritas keimanan, dengan topik “Menjauhi Perilaku Korup dalam Jabatan,” oleh Ali Farkhan Tsani, Redaktur Senior MINA News. Berikut naskah selengkapnya.
إِنَّ الْحَمْدَ لِلَّهِ نَحْمَدُهُ وَنَسْتَعِينُهُ وَنَسْتَغْفِرُهُ، وَنَعُوذُ بِاللَّهِ مِنْ شُرُوْرِ أَنْفُسِنَا وَمِنْ سَيِّئَاتِ أَعْمَالِنَا. مَنْ يَهْدِهِ اللَّهُ فَلَا مُضِلَّ لَهُ، وَمَنْ يُضْلِلْ فَلَا هَادِيَ لَهُ.
أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ.
اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ.
أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ.
Jamaah Jumat rahimakumullah
Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beserta keluarganya, para sahabatnya dan pengikutnya yang setia hingga Yaumul Kiamah.
Kita bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan kita bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Risalah Kemanusiaan dari Bumi Palestina
Selanjutnya, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena takwa adalah bekal terbaik bagi kehidupan dunia dan keselamatan di akhirat.
Pada kesempatan yang penuh keberkahan ini, khatib mengajak diri pribadi dan jamaah sekalian untuk merenungkan satu perkara besar yang menjadi penyakit dalam kehidupan bermasyarakat dan berbangsa, yaitu perilaku korupsi dalam jabatan dan penyalahgunaan amanah.
Jamaah yang dimuliakan Allah
Islam memandang jabatan bukan sebagai kemuliaan untuk dibanggakan, bukan pula kesempatan untuk memperkaya diri, melainkan sebuah amanah besar yang kelak akan dimintai pertanggungjawaban di hadapan Allah Subhanahu wa Ta’ala.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Kehidupan Dunia Tempat Menanam Kebaikan
Allah berfirman:
إِنَّ اللَّهَ يَأْمُرُكُمْ أَنْ تُؤَدُّوا الْأَمَانَاتِ إِلَىٰ أَهْلِهَا وَإِذَا حَكَمْتُمْ بَيْنَ النَّاسِ أَنْ تَحْكُمُوا بِالْعَدْلِ ۚ إِنَّ اللَّهَ نِعِمَّا يَعِظُكُمْ بِهِ ۗ إِنَّ اللَّهَ كَانَ سَمِيعًا بَصِيرًا
“Sesungguhnya Allah menyuruh kamu menyampaikan amanah kepada yang berhak menerimanya, dan apabila kamu menetapkan hukum di antara manusia hendaklah kamu menetapkannya dengan adil. Sungguh, Allah sebaik-baik yang memberi pengajaran kepadamu. Sesungguhnya Allah Maha Mendengar lagi Maha Melihat.” (QS. An-Nisa: 58).
Ayat ini menjadi dasar bahwa setiap amanah, termasuk jabatan, kepemimpinan, harta rakyat, dan tugas pelayanan, harus dijalankan dengan kejujuran dan keadilan.
Jamaah Jumat rahimakumullah
Baca Juga: Khutbah Jumat: Islam Menjaga Perdamaian
Korupsi bukan sekadar mengambil uang yang bukan haknya. Korupsi adalah bentuk pengkhianatan terhadap amanah. Ketika seseorang diberi jabatan untuk melayani masyarakat, tetapi ia menggunakannya untuk kepentingan pribadi, keluarga, atau kelompoknya, maka ia telah menyimpang dari tujuan amanah tersebut.
Allah Subhanahu wa Ta’ala memperingatkan:
وَلَا تَأْكُلُوا أَمْوَالَكُمْ بَيْنَكُمْ بِالْبَاطِلِ وَتُدْلُوا بِهَا إِلَى الْحُكَّامِ لِتَأْكُلُوا فَرِيقًا مِنْ أَمْوَالِ النَّاسِ بِالْإِثْمِ وَأَنْتُمْ تَعْلَمُونَ
“Dan janganlah kamu makan harta di antara kamu dengan jalan yang batil, dan janganlah kamu menyuap para hakim dengan maksud agar kamu dapat memakan sebagian harta orang lain dengan jalan dosa, padahal kamu mengetahui.” (QS. Al-Baqarah: 188).
Jamaah yang dimuliakan Allah
Baca Juga: Khutbah Jumat: Mentadaburi Surat Al-Isra dalam Pembebasan Al-Aqsa
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberikan peringatan keras kepada orang yang menyalahgunakan jabatan.
Dalam sebuah hadis disebutkan:
مَنْ اسْتَعْمَلْنَاهُ عَلَى عَمَلٍ فَرَزَقْنَاهُ رِزْقًا، فَمَا أَخَذَ بَعْدَ ذَلِكَ فَهُوَ غُلُولٌ
“Barang siapa yang kami beri tugas dalam suatu pekerjaan, lalu kami telah memberikan kepadanya imbalan, maka apa yang dia ambil setelah itu adalah ghulul (pengkhianatan).” (HR. Abu Dawud).
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam juga bersabda tentang pemimpin yang tidak menjaga amanah:
Baca Juga: Khutbah Jumat: Melestarikan Alam Menyelamatkan Kehidupan
مَا مِنْ عَبْدٍ يَسْتَرْعِيهِ اللَّهُ رَعِيَّةً، يَمُوتُ يَوْمَ يَمُوتُ وَهُوَ غَاشٌّ لِرَعِيَّتِهِ، إِلَّا حَرَّمَ اللَّهُ عَلَيْهِ الْجَنَّةَ
“Tidaklah seorang hamba yang diberi amanah oleh Allah untuk memimpin rakyatnya, lalu ia meninggal dalam keadaan menipu rakyatnya, kecuali Allah mengharamkan surga baginya.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Jamaah Jumat yang sama-sama mengharap Ridha Allah
Betapa berat tanggung jawab seorang pemimpin. Karena setiap keputusan akan dicatat. Setiap harta yang digunakan akan ditanya. Setiap hak rakyat atau umat yang terabaikan akan menjadi tuntutan di hari kiamat.
Jabatan adalah ujian. Ada orang yang ketika tidak memiliki kekuasaan terlihat sederhana, tetapi ketika mendapatkan jabatan berubah menjadi rakus. Ada yang ketika meminta amanah berjanji membela rakyat, tetapi setelah berkuasa lupa kepada rakyat.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Jangan Pernah Berhenti Menyuarakan Al-Aqsa
Padahal Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam mengajarkan bahwa pemimpin yang adil mendapatkan kedudukan istimewa di sisi Allah.
سَبْعَةٌ يُظِلُّهُمُ اللَّهُ فِي ظِلِّهِ يَوْمَ لَا ظِلَّ إِلَّا ظِلُّهُ، إِمَامٌ عَادِلٌ
“Ada tujuh golongan yang akan mendapatkan naungan Allah pada hari yang tidak ada naungan selain naungan-Nya, di antaranya adalah pemimpin yang adil.” (HR. Bukhari dan Muslim).
Maka marilah kita membangun budaya amanah. Mulai dari diri sendiri, keluarga, tempat kerja, hingga masyarakat.
Jangan mengambil sesuatu yang bukan hak kita. Jangan memanfaatkan jabatan untuk kepentingan pribadi. Jangan membiasakan suap, hadiah karena jabatan, atau nepotisme yang merusak keadilan.
Baca Juga: Khutbah Jumat: Sabar Dalam Menghadapi Musibah
Semoga Allah membersihkan hati kita dari sifat tamak, rakus, dan cinta berlebihan kepada dunia. Semoga Allah memberikan kepada negeri kita pemimpin-pemimpin yang amanah, adil, dan takut kepada-Nya. Aamiin yaa Robbal ‘Aalamiin. []
بَارَكَ اللَّهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيمِ، وَتَقَبَّلَ مِنِّي وَمِنْكُمْ تِلَاوَتَهُ، إِنَّهُ هُوَ السَّمِيعُ الْعَلِيمُ. أَقُولُ قَوْلِي هَذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ الْعَظِيمَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوهُ، إِنَّهُ هُوَ الْغَفُورُ الرَّحِيمُ.
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Khutbah Jumat: Berbakti Kepada Orang Tua, Kunci Kesuksesan dan Keberkahan Hidup
















Mina Indonesia
Mina Arabic