Oleh Nurhamid, Pengajar di Ponpes Al-Fatah, Cileungsi, Bogor
RAMADHAN memiliki puncak spiritual yang dinantikan umat Islam di seluruh dunia. Puncak itu adalah Lailatul Qadar, malam yang disebut Al-Qur’an sebagai malam yang lebih baik daripada seribu bulan. Malam istimewa ini diyakini turun pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, membawa limpahan rahmat, pengampunan, dan keberkahan dari Allah SWT.
Allah SWT berfirman:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ . وَمَا أَدْرَاكَ مَا لَيْلَةُ الْقَدْرِ. لَيْلَةُ الْقَدْرِ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ . تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ مِنْ كُلِّ أَمْرٍ . سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Baca Juga: Boleh Bersedih, Tapi Jangan Larut dalam Kesedihan
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan. Tahukah kamu apakah malam kemuliaan itu? Malam kemuliaan itu lebih baik daripada seribu bulan. Pada malam itu turun para malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya untuk mengatur segala urusan. Malam itu penuh kesejahteraan hingga terbit fajar.” (QS. Al-Qadar: 1–5)
Ayat ini menunjukkan betapa besar kedudukan Lailatul Qadar dalam kehidupan seorang Muslim. Malam ini bukan sekadar malam ibadah biasa, tetapi malam yang memiliki nilai spiritual yang sangat tinggi.
Malam Diturunkannya Al-Qur’an
Salah satu kemuliaan Lailatul Qadar adalah karena pada malam inilah Al-Qur’an pertama kali diturunkan. Allah SWT berfirman:
إِنَّا أَنْزَلْنَاهُ فِي لَيْلَةِ الْقَدْرِ
Baca Juga: Komunitas Sebagai Fondasi Umat dan Benteng Generasi
“Sesungguhnya Kami telah menurunkannya (Al-Qur’an) pada malam kemuliaan.” (QS. Al-Qadar: 1)
Ayat ini menjelaskan bahwa Lailatul Qadar memiliki hubungan langsung dengan turunnya kitab suci Al-Qur’an. Para ulama tafsir menjelaskan bahwa Al-Qur’an pertama kali diturunkan dari Lauhul Mahfuzh ke Baitul ‘Izzah di langit dunia, kemudian diturunkan secara bertahap kepada Nabi Muhammad SAW selama sekitar 23 tahun.
Ibnu Katsir dalam kitab tafsirnya menjelaskan bahwa malam ini adalah malam yang penuh keberkahan, Karena itulah Lailatul Qadar sering disebut sebagai malam keberkahan, malam yang menjadi titik awal turunnya petunjuk bagi umat manusia.
Lebih Baik dari 83 Tahun Ibadah
Salah satu keistimewaan terbesar Lailatul Qadar adalah nilainya yang luar biasa. Allah SWT menyebut bahwa malam ini lebih baik daripada 1000 bulan.
Baca Juga: Kejahatan Yahudi Membuat Hatinya Keras Membatu
Seribu bulan setara dengan sekitar 83 tahun lebih empat bulan. Artinya, ibadah yang dilakukan pada malam tersebut memiliki nilai lebih besar dibandingkan ibadah selama puluhan tahun.
Imam Mujahid, salah seorang ulama tabi’in, menjelaskan bahwa maksud ayat tersebut adalah ibadah pada malam Lailatul Qadar lebih baik daripada ibadah selama seribu bulan yang tidak terdapat Lailatul Qadar di dalamnya.
Keutamaan ini juga ditegaskan oleh Rasulullah SAW dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh An-Nasa’i dan Al-Baihaqi:
أَتَاكُمْ رَمَضَانُ شَهْرٌ مُبَارَكٌ فَرَضَ اللهُ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ … لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ
Baca Juga: Ustaz Amri Fatmi: Hidup Mewah Berdampak Luas pada Kerusakan Alam
“Telah datang kepada kalian bulan Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan kalian berpuasa di dalamnya. Pintu-pintu surga dibuka dan pintu-pintu neraka ditutup. Di dalamnya ada satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Barangsiapa terhalang dari kebaikan malam itu, maka sungguh ia telah terhalang dari kebaikan yang besar.” (HR. An-Nasa’i dan Al-Baihaqi)
Hadits ini menjadi pengingat bahwa seorang Muslim seharusnya tidak menyia-nyiakan kesempatan yang hanya datang sekali dalam setahun ini.
Malam Turunnya Para Malaikat
Keistimewaan lain dari Lailatul Qadar adalah turunnya para malaikat ke bumi. Allah SWT berfirman:
تَنَزَّلُ الْمَلَائِكَةُ وَالرُّوحُ فِيهَا بِإِذْنِ رَبِّهِمْ
Baca Juga: Kehidupan Berbangsa dalam Perspektif Al-Qur’an
“Pada malam itu turun para malaikat dan malaikat Jibril dengan izin Tuhannya.” (QS. Al-Qadar: 4)
Ibnu Katsir menjelaskan bahwa pada malam tersebut malaikat turun dalam jumlah yang sangat banyak karena besarnya keberkahan yang Allah turunkan kepada hamba-hamba-Nya.
Malam itu juga disebut sebagai malam yang penuh kedamaian.
سَلَامٌ هِيَ حَتَّى مَطْلَعِ الْفَجْرِ
Baca Juga: Perang Gaza dan Perubahan Persepsi Publik Amerika terhadap Palestina
“Malam itu penuh kesejahteraan sampai terbit fajar.” (QS. Al-Qadar: 5)
Sebagian ulama menjelaskan bahwa pada malam tersebut setan tidak mampu mengganggu manusia, sehingga suasana malam dipenuhi ketenangan dan keberkahan.
Kapan Lailatul Qadar Terjadi?
Para ulama sepakat bahwa Lailatul Qadar terjadi pada sepuluh malam terakhir Ramadhan, khususnya pada malam-malam ganjil.
Rasulullah SAW bersabda:
Baca Juga: Berubah ke Arah yang Lebih Baik
تَحَرَّوْا لَيْلَةَ القَدْرِ فِي الوِتْرِ مِنَ العَشْرِ الأَوَاخِرِ مِنْ رَمَضَانَ
“Carilah Lailatul Qadar pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Sebagian sahabat seperti Ubay bin Ka’ab berpendapat bahwa kemungkinan terbesar Lailatul Qadar terjadi pada malam ke-27 Ramadhan, meskipun tidak ada kepastian mutlak.
Karena itulah Nabi Muhammad SAW sangat bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Baca Juga: Al-Aqsa Cahaya Keberkahan yang Menyinari Alam Semesta Sepanjang Masa
Aisyah RA berkata:
كَانَ رَسُولُ اللَّهِ ﷺ يَجْتَهِدُ فِي العَشْرِ الأَوَاخِرِ مَا لَا يَجْتَهِدُ فِي غَيْرِهَا
“Rasulullah SAW bersungguh-sungguh beribadah pada sepuluh malam terakhir Ramadhan melebihi malam-malam lainnya.” (HR. Muslim)
Tanda-Tanda Lailatul Qadar
Beberapa hadits menyebutkan tanda-tanda Lailatul Qadar. Di antaranya malam tersebut terasa tenang, tidak panas dan tidak dingin, serta pada pagi harinya matahari terbit dengan cahaya yang lembut.
Baca Juga: Keutamaan Al-Qur’an: Dari Musabaqah untuk Diamalkan dalam Kehidupan
Rasulullah SAW bersabda:
لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلْقَةٌ لَا حَارَّةَ وَلَا بَارِدَةَ
“Malam itu tenang dan sejuk, tidak panas dan tidak pula dingin.” (HR. Al-Baihaqi)
Selain itu, pada pagi harinya matahari terbit tanpa sinar yang menyilaukan.
Baca Juga: Hukuman Potong Tangan: Alternatif Mengatasi Kejahatan Korupsi
Namun para ulama mengingatkan bahwa tanda-tanda ini sering kali baru terlihat setelah malam itu berlalu, sehingga umat Islam tetap dianjurkan menghidupkan seluruh malam pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.
Cara Meraih Lailatul Qadar
Ada beberapa amalan yang dianjurkan untuk meraih keberkahan Lailatul Qadar.
Pertama, memperbanyak shalat malam (qiyamul lail).
Rasulullah SAW bersabda:
مَنْ قَامَ لَيْلَةَ القَدْرِ إِيمَانًا وَاحْتِسَابًا غُفِرَ لَهُ مَا تَقَدَّمَ مِنْ ذَنْبِهِ
“Barangsiapa melaksanakan shalat pada malam Lailatul Qadar karena iman dan mengharap pahala dari Allah, maka diampuni dosa-dosanya yang telah lalu.” (HR. Bukhari dan Muslim)
Kedua, melaksanakan i’tikaf di masjid pada sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Aisyah RA meriwayatkan:
كَانَ النَّبِيُّ ﷺ يَعْتَكِفُ العَشْرَ الأَوَاخِرَ مِنْ رَمَضَانَ
“Nabi Muhammad SAW melakukan i’tikaf pada sepuluh hari terakhir Ramadhan.” (HR. Al-Bukhari)
Ketiga, memperbanyak membaca Al-Qur’an, dzikir, serta doa.
Salah satu doa yang dianjurkan pada malam Lailatul Qadar adalah doa yang diajarkan Rasulullah SAW kepada Aisyah RA:
اللَّهُمَّ إِنَّكَ عَفُوٌّ تُحِبُّ العَفْوَ فَاعْفُ عَنِّي
“Ya Allah, Engkau Maha Pemaaf dan mencintai pemaafan, maka maafkanlah aku.” (HR. Tirmidzi)
Doa ini sangat dianjurkan karena inti dari Lailatul Qadar adalah memohon ampunan kepada Allah SWT.
Hikmah Dirahasiakannya Lailatul Qadar
Para ulama menjelaskan bahwa Allah merahasiakan waktu pasti Lailatul Qadar agar umat Islam bersungguh-sungguh beribadah sepanjang sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Jika malam tersebut diketahui secara pasti, dikhawatirkan manusia hanya akan beribadah pada satu malam saja dan mengabaikan malam-malam lainnya.
Karena itu, dirahasiakannya Lailatul Qadar justru menjadi motivasi agar umat Islam meningkatkan ibadah, memperbanyak doa, dan memperkuat hubungan dengan Allah SWT.
Pada akhirnya, Lailatul Qadar bukan hanya tentang menemukan satu malam tertentu, tetapi tentang menghidupkan malam-malam Ramadhan dengan ibadah, taubat, dan kedekatan kepada Allah.
Di tengah kesibukan dunia modern, Lailatul Qadar mengingatkan umat Islam bahwa masih ada malam yang nilainya lebih berharga dari puluhan tahun kehidupan manusia.
Siapa pun yang meraihnya, kata Rasulullah SAW, akan memperoleh keberuntungan yang sangat besar. Sebaliknya, siapa yang terhalang darinya, maka ia benar-benar telah kehilangan kesempatan yang luar biasa.
Karena itu, sepuluh malam terakhir Ramadhan adalah waktu terbaik bagi setiap Muslim untuk memperbanyak ibadah, memperbaiki diri, dan berharap mendapatkan kemuliaan malam yang lebih baik dari seribu bulan. []
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic