ALLAH ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:
“Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”(QS. An-Nahl: 89)
Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, bukan hanya untuk dilantunkan dengan suara indah, tetapi ia adalah penjelas segala sesuatu, petunjuk (hudan), rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri kepada Allah.
Di Tengah Banjir Informasi, Kita Butuh Arah
Baca Juga: Pejuang Media: Jihad dengan Suara dan Tulisan di Era Kompetisi Global
Hari ini kita hidup di era media sosial. Informasi datang tanpa henti. Banyak orang berbicara tentang cara menjalani hidup, membagikan standar sukses, memamerkan pencapaian, dan menciptakan tren yang katanya “wajib” diikuti agar tidak tertinggal.
Namun ironisnya, semakin banyak suara, semakin kabur pula batas antara benar dan salah. Manusia sering kehilangan arah. Bingung standar mana yang harus diikuti, nilai mana yang harus dijadikan pegangan.
Padahal, Islam telah datang membawa kitab yang sempurna. Sebuah rujukan yang pasti dan pedoman hidup yang jelas.
Allah ﷻ juga berfirman:
Baca Juga: Konser Andrea Bocelli antara HAM dan Pembelaan terhadap Palestina
“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 2)
Al-Qur’an adalah petunjuk utama bagi manusia, yang menuntun menuju kebenaran, keselamatan, dan kebahagiaan, bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.
Ketika Al-Qur’an Hanya Menjadi Pajangan
Realitanya, hari ini Al-Qur’an sering kali hanya menjadi pelengkap di rak rumah atau masjid. Ia tersimpan rapi, bahkan kadang berdebu. Kita membacanya hanya di momen tertentu, tanpa benar-benar menjadikannya rujukan dalam mengambil keputusan hidup.
Baca Juga: Harapan Perdamaian untuk Arab Saudi dan Houthi
Padahal, di dalamnya terdapat jawaban atas seluruh persoalan manusia, tentang tauhid dan keimanan, akhlak dan kepribadian, muamalah dan hubungan sosial, hukum, sejarah, dan pelajaran kehidupan.
Allah ﷻ menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah tibyānan li kulli syai’, penjelas segala sesuatu. Artinya, apa pun persoalan hidup yang kita hadapi, prinsip dasarnya telah Allah letakkan dalam Al-Qur’an.
Bagaimana Menjadikan Al-Qur’an Sebagai Petunjuk?
Pertanyaannya, bagaimana agar Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman hidup kita?
Baca Juga: Masjid Al-Aqsa, Kiblat Pertama, Arah Sujud yang Mengikat Hati Orang Beriman
1. Luruskan niat
Dekati Al-Qur’an karena Allah, bukan sekadar mengejar target khatam atau terlihat saleh. Niat yang benar akan melahirkan kedekatan yang tulus.
2. Baca dan tadabburi
Jangan hanya membaca hurufnya, tetapi pahami juga maknanya. Baca terjemahannya. Pelajari tafsirnya. Bertanyalah kepada guru atau ulama agar pemahaman kita tidak keliru.
Baca Juga: Menyongsong Bulan Solidaritas Palestina
Allah ﷻ berfirman:
“Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qur’an?” (QS. Muhammad: 24)
Tadabbur membuat Al-Qur’an terasa hidup dan relevan dengan kondisi kita hari ini.
3. Jadikan standar benar dan salah
Baca Juga: Menjadi Jurnalis Terbaik: Ketika Pena Menjadi Amanah dan Kebenaran Menjadi Jalan
Saat menghadapi masalah, kembalikan pada Al-Qur’an. Jangan jadikan opini publik atau tren sebagai ukuran utama. Ukurlah segala sesuatu dengan nilai yang Allah tetapkan.
4. Amalkan
Petunjuk tidak akan berarti tanpa diamalkan. Jika membaca ayat tentang sabar, latih diri untuk bersabar. Jika membaca tentang sedekah, mulai berbagi. Sedikit demi sedikit, Al-Qur’an akan membentuk karakter kita.
Ramadhan: Momentum Kembali
Baca Juga: Rapuhnya Kekuatan Selain Allah
Bertepatan dengan bulan Ramadhan, bulan diturunkannya Al-Qur’an, ini adalah momentum terbaik untuk kembali menjadikannya sebagai petunjuk hidup.
Ramadhan bukan hanya tentang memperbanyak bacaan, tetapi tentang memperbarui hubungan kita dengan Al-Qur’an. Dari sekadar dibaca menjadi dipahami. Dari sekadar dipahami menjadi diamalkan.
Semoga Allah ﷻ melembutkan hati kita, memudahkan langkah kita untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an, dan menjadikannya benar-benar sebagai petunjuk dalam setiap keputusan dan perjalanan hidup kita. Aamiin. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Hakikat Memberi: Refleksi Diri dalam Setiap Kebaikan
















Mina Indonesia
Mina Arabic