Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Menemukan Makna dan Arah Kehidupan dengan Petunjuk Al-Qur’an

sri astuti Editor : Rudi Hendrik - Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:42 WIB

Sabtu, 21 Februari 2026 - 21:42 WIB

28 Views ㅤ

Ilustrasi.(Foto: IST)

ALLAH ﷻ berfirman dalam Al-Qur’an:

“Dan Kami turunkan kepadamu Al Kitab (Al-Qur’an) untuk menjelaskan segala sesuatu dan sebagai petunjuk serta rahmat dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri.”(QS. An-Nahl: 89)

Ayat ini menegaskan bahwa Al-Qur’an bukan sekadar bacaan, bukan hanya untuk dilantunkan dengan suara indah, tetapi ia adalah penjelas segala sesuatu, petunjuk (hudan), rahmat, dan kabar gembira bagi orang-orang yang berserah diri kepada Allah.

Di Tengah Banjir Informasi, Kita Butuh Arah

Baca Juga: Pejuang Media: Jihad dengan Suara dan Tulisan di Era Kompetisi Global

Hari ini kita hidup di era media sosial. Informasi datang tanpa henti. Banyak orang berbicara tentang cara menjalani hidup, membagikan standar sukses, memamerkan pencapaian, dan menciptakan tren yang katanya “wajib” diikuti agar tidak tertinggal.

Namun ironisnya, semakin banyak suara, semakin kabur pula batas antara benar dan salah. Manusia sering kehilangan arah. Bingung standar mana yang harus diikuti, nilai mana yang harus dijadikan pegangan.

Padahal, Islam telah datang membawa kitab yang sempurna. Sebuah rujukan yang pasti dan pedoman hidup yang jelas.

Allah ﷻ juga berfirman:

Baca Juga: Konser Andrea Bocelli antara HAM dan Pembelaan terhadap Palestina

“Kitab (Al-Qur’an) ini tidak ada keraguan di dalamnya; petunjuk bagi orang-orang yang bertakwa.” (QS. Al-Baqarah: 2)

Al-Qur’an adalah petunjuk utama bagi manusia, yang menuntun menuju kebenaran, keselamatan, dan kebahagiaan, bukan hanya di dunia, tetapi juga di akhirat.

Ketika Al-Qur’an Hanya Menjadi Pajangan

Realitanya, hari ini Al-Qur’an sering kali hanya menjadi pelengkap di rak rumah atau masjid. Ia tersimpan rapi, bahkan kadang berdebu. Kita membacanya hanya di momen tertentu, tanpa benar-benar menjadikannya rujukan dalam mengambil keputusan hidup.

Baca Juga: Harapan Perdamaian untuk Arab Saudi dan Houthi

Padahal, di dalamnya terdapat jawaban atas seluruh persoalan manusia, tentang tauhid dan keimanan, akhlak dan kepribadian, muamalah dan hubungan sosial, hukum, sejarah, dan pelajaran kehidupan.

Allah ﷻ menegaskan bahwa Al-Qur’an adalah tibyānan li kulli syai’, penjelas segala sesuatu. Artinya, apa pun persoalan hidup yang kita hadapi, prinsip dasarnya telah Allah letakkan dalam Al-Qur’an.

Bagaimana Menjadikan Al-Qur’an Sebagai Petunjuk?

Pertanyaannya, bagaimana agar Al-Qur’an benar-benar menjadi pedoman hidup kita?

Baca Juga: Masjid Al-Aqsa, Kiblat Pertama, Arah Sujud yang  Mengikat Hati Orang Beriman

1. Luruskan niat

Dekati Al-Qur’an karena Allah, bukan sekadar mengejar target khatam atau terlihat saleh. Niat yang benar akan melahirkan kedekatan yang tulus.

2. Baca dan tadabburi

Jangan hanya membaca hurufnya, tetapi pahami juga maknanya. Baca terjemahannya. Pelajari tafsirnya. Bertanyalah kepada guru atau ulama agar pemahaman kita tidak keliru.

Baca Juga: Menyongsong Bulan Solidaritas Palestina

Allah ﷻ berfirman:

“Maka apakah mereka tidak mentadabburi Al-Qur’an?” (QS. Muhammad: 24)

Tadabbur membuat Al-Qur’an terasa hidup dan relevan dengan kondisi kita hari ini.

3. Jadikan standar benar dan salah

Baca Juga: Menjadi Jurnalis Terbaik: Ketika Pena Menjadi Amanah dan Kebenaran Menjadi Jalan

Saat menghadapi masalah, kembalikan pada Al-Qur’an. Jangan jadikan opini publik atau tren sebagai ukuran utama. Ukurlah segala sesuatu dengan nilai yang Allah tetapkan.

4. Amalkan

Petunjuk tidak akan berarti tanpa diamalkan. Jika membaca ayat tentang sabar, latih diri untuk bersabar. Jika membaca tentang sedekah, mulai berbagi. Sedikit demi sedikit, Al-Qur’an akan membentuk karakter kita.

Ramadhan: Momentum Kembali

Baca Juga: Rapuhnya Kekuatan Selain Allah

Bertepatan dengan bulan Ramadhan, bulan diturunkannya Al-Qur’an, ini adalah momentum terbaik untuk kembali menjadikannya sebagai petunjuk hidup.

Ramadhan bukan hanya tentang memperbanyak bacaan, tetapi tentang memperbarui hubungan kita dengan Al-Qur’an. Dari sekadar dibaca menjadi dipahami. Dari sekadar dipahami menjadi diamalkan.

Semoga Allah ﷻ melembutkan hati kita, memudahkan langkah kita untuk semakin dekat dengan Al-Qur’an, dan menjadikannya benar-benar sebagai petunjuk dalam setiap keputusan dan perjalanan hidup kita. Aamiin. []

Mi’raj News Agency (MINA)

Baca Juga: Hakikat Memberi: Refleksi Diri dalam Setiap Kebaikan

Rekomendasi untuk Anda

Indonesia
Khutbah Jumat
Hikmah
Indonesia