Washington, MINA – Presiden Amerika Serikat Donald Trump dikabarkan mempertimbangkan untuk mengakhiri gencatan senjata dengan Iran apabila terdapat personel militer AS yang menjadi korban tewas akibat serangan Teheran.
Sikap tersebut menunjukkan bahwa Washington masih mempertahankan jalur diplomasi, namun menyiapkan opsi militer jika eskalasi konflik semakin memburuk.
Menurut sejumlah pejabat AS, Trump telah menyampaikan kepada para pembantunya bahwa gencatan senjata yang berlaku saat ini akan tetap dipertahankan selama tidak ada korban jiwa dari pihak militer Amerika.
Meski terjadi beberapa insiden serangan rudal dan drone dalam beberapa hari terakhir, Gedung Putih disebut masih berupaya menghindari pecahnya perang skala penuh di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: Wabah Pes Mengintai Rusia, WHO Ungkap Data Global
Pernyataan tersebut muncul setelah meningkatnya ketegangan antara Washington dan Teheran, termasuk serangan yang menyasar pangkalan-pangkalan AS di kawasan Teluk serta insiden di Bandara Internasional Kuwait.
Meski demikian, Trump disebut memilih menahan diri dari respons militer besar-besaran dan lebih mengedepankan upaya menjaga kesepakatan penghentian konflik yang telah berlangsung sejak April lalu.
Proses perundingan antara Amerika Serikat dan Iran dilaporkan masih berlangsung. Trump sebelumnya menegaskan bahwa komunikasi dengan Teheran belum terputus dan negosiasi terkait penyelesaian konflik serta isu nuklir Iran tetap berjalan, meskipun menghadapi berbagai hambatan dan saling tuding antara kedua pihak.
Sementara itu, Menteri Pertahanan AS Pete Hegseth menegaskan bahwa Washington tetap siap melancarkan kembali operasi militer terhadap Iran apabila perundingan gagal mencapai kesepakatan.
Baca Juga: Inggris Ancam Usir 27 Diplomat Israel Gegara Konsulat Yerusalem
Pemerintah AS juga terus menekan Iran agar memberikan jaminan terkait program nuklirnya dan mendukung pembukaan kembali jalur pelayaran internasional di Selat Hormuz yang selama beberapa bulan terakhir menjadi titik ketegangan utama.
Pemerintah AS juga berusaha menunjukkan bahwa setiap serangan yang menimbulkan korban di pihaknya dapat memicu berakhirnya gencatan senjata dan membuka jalan bagi eskalasi konflik yang lebih luas. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: EPAL Catat 68.000 Lebih Aksi Pro-Palestina di Eropa dalam Tiga Tahun
















Mina Indonesia
Mina Arabic