Kairo, MINA – Pemerintah Indonesia terus memperluas diplomasi pendidikan melalui penguatan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia di Universitas Al-Azhar, Kairo.
Upaya tersebut ditegaskan dalam kunjungan resmi Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Wamendikdasmen) Atip Latipulhayat ke kampus ternama dunia Islam tersebut awal pekan ini.
Salam rilisnya, kunjungan Wamendikdasmen merupakan tindak lanjut dari nota kesepahaman yang sebelumnya ditandatangani Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Mu’ti bersama Rektor Universitas Al-Azhar pada 6 November 2025.
Rombongan Indonesia diterima langsung oleh Rektor Al-Azhar, Salamah Daud, yang kembali menegaskan dukungan penuh universitas terhadap pengembangan studi Bahasa dan Sastra Indonesia di kawasan Timur Tengah.
Baca Juga: UIN Ar-Raniry Latih Bahasa Inggris 40 Pemuda Aceh untuk Bekerja di Luar Negeri
Dalam dialog resmi tersebut, Wamendikdasmen menekankan nilai strategis kehadiran Bahasa Indonesia di lingkungan akademik Al-Azhar sebagai cerminan relasi historis dan intelektual Indonesia–Mesir.
“Bahasa Indonesia digunakan oleh lebih dari 275 juta penutur dan dipelajari di 57 negara. Pembelajaran Bahasa Indonesia di Al-Azhar menjadi perlu karena Indonesia dan Mesir memiliki sejarah panjang kerja sama pendidikan, serta banyaknya mahasiswa Indonesia yang menempuh studi di Al-Azhar,” ujar Atip.
Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia sendiri telah memperoleh legitimasi formal melalui Keputusan Majelis Tinggi Al-Azhar Nomor 343 dalam sidang 21 Juli 2025.
Program tersebut dijadwalkan mulai berjalan pada 20 September 2025 dan ditempatkan di Fakultas Bahasa dan Terjemah. Dengan demikian, Bahasa Indonesia resmi menjadi bahasa ke-15 yang diajarkan di fakultas tersebut.
Baca Juga: Ponpes Shuffah Al-Jama’ah Tasikmalaya Gelar Training Growth Shuffah untuk Tingkatkan Kualitas Santri
Antusiasme terhadap program ini terbilang tinggi. Meski target awal pendaftaran hanya 51 mahasiswa, laporan peluncuran menunjukkan jumlah pendaftar mencapai sekitar 350 mahasiswa baru. Capaian ini menandakan meningkatnya minat dunia akademik Mesir terhadap studi kebahasaan dan kebudayaan Indonesia.
Pada kesempatan yang sama, Wamendikdasmen juga menyampaikan apresiasi atas dukungan Al-Azhar terhadap mahasiswa Indonesia di Mesir yang jumlahnya diperkirakan mencapai 20 ribu orang.
Penguatan Kerja Sama Pendidikan Indonesia–Al-Azhar
Untuk memastikan keberlanjutan dan kualitas Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia, Kemendikdasmen menawarkan sejumlah langkah penguatan.
Di antaranya adalah perluasan skema pertukaran mahasiswa dan dosen antara Indonesia dan Universitas Al-Azhar, serta pengiriman dosen Bahasa Indonesia untuk mengajar langsung di lingkungan Al-Azhar sebagai bagian dari peningkatan kapasitas akademik.
Baca Juga: Baznas, Kemenag Salurkan Bantuan Rp17,5 M untuk 700 Pesantren di Seluruh Indonesia
Selain itu, pemerintah Indonesia juga menyiapkan donasi buku dan literatur keindonesiaan guna melengkapi sarana pembelajaran.
Donasi tersebut mencakup buku sejarah Indonesia, literatur pendidikan Islam di Indonesia, serta referensi resmi pembelajaran Bahasa Indonesia untuk memperkaya sumber belajar mahasiswa dan dosen di Mesir.
Kepala Badan Standar Kurikulum dan Asesmen Pendidikan (BSKAP), Tony Toharudin, yang turut hadir dalam pertemuan itu, menegaskan kesiapan Indonesia dalam mendukung kebutuhan akademik Al-Azhar.
Ia berharap program ini dapat menjadi fondasi pembentukan Indonesian Centre di Universitas Al-Azhar sebagai pusat kajian Indonesia sekaligus sarana diplomasi budaya Indonesia di Timur Tengah.
Baca Juga: Adab di Majelis Ilmu: Hormat Itu Keren, Bukan Feodal
Rektor Universitas Al-Azhar, Salamah Daud, menyampaikan apresiasi atas komitmen Pemerintah Indonesia. Ia menilai pembukaan Program Studi Bahasa dan Sastra Indonesia sebagai langkah strategis karena termasuk dalam kategori bahasa penting yang perlu diajarkan di Al-Azhar.
Menurutnya, program tersebut juga merupakan bentuk penghormatan terhadap rakyat Indonesia yang memiliki hubungan erat dengan Al-Azhar sejak masa awal kemerdekaan.
Rektor Salamah berharap kehadiran program ini mampu memperdalam pemahaman mahasiswa Al-Azhar tentang Indonesia sekaligus memperkuat kolaborasi akademik kedua negara.
Menutup rangkaian kunjungan, Wamendikdasmen Atip Latipulhayat secara resmi mengundang Rektor Al-Azhar beserta pimpinan fakultas untuk berkunjung ke Indonesia guna memperluas jejaring kerja sama pendidikan dan kebudayaan antarkedua institusi.[]
Baca Juga: UIN Ar-Raniry Kaji Jejak Intelektual Syekh Yusuf al-Makassari di Kawasan Samudra Hindia
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic