Tepi Barat, MINA — Warga Palestina berhasil menggagalkan upaya perampasan rumah oleh penjajah Israel pada Selasa (14/4) ketika pasukan Zionis Israel dan kelompok pemukim ilegal yang bersenjata mencoba mengambil alih properti milik warga.
Dilaporkan Anadolu, insiden terjadi di kota Shuyukh, timur laut Hebron, ketika sekelompok pemukim ilegal bersenjata menyerbu wilayah tersebut dan menggerebek sebuah rumah warga Palestina.
Upaya perampasan rumah oleh penjajah Zionis Israel di Shuyukh Tepi Barat itu memicu respons cepat dari warga setempat yang turun tangan dan berhasil mencegah penyitaan paksa tersebut.
Direktur Eksekutif Kotamadya Shuyukh, Fadi al-Ayaydeh mengatakan warga dikejutkan oleh keberadaan penjajah yang telah mendirikan tenda di tanah milik warga Palestina sejak pagi hari.
Baca Juga: Bendera Palestina Berkibar di Flag Path di Florida, Uruguay
“Kami pergi ke lokasi dan menemukan banyak penduduk sudah berkumpul. Para penjajah bersenjata menghadang kami dan melepaskan tembakan ke udara untuk mengintimidasi,” ujar Al-Ayaydeh.
Ia menjelaskan situasi tersebut saat upaya perampasan rumah oleh penjajah Israel di Shuyukh Tepi Barat berlangsung.
Al-Ayaydeh menambahkan, pasukan Zionis Israel kemudian tiba di lokasi dan menembakkan granat kejut serta gas air mata untuk membubarkan warga yang berkumpul mempertahankan tanah mereka.
Menurut al-Ayaydeh, pendirian tenda oleh penjajah merupakan bagian dari strategi “fait accompli” untuk menguasai lahan secara bertahap.
Baca Juga: Iran Kecam Keras Penodaan Masjid Al-Aqsa oleh Ekstremis Zionis
Dalam banyak kasus, penjajah mendirikan pos ilegal, memantau respons warga, lalu memperluasnya jika tidak ada perlawanan.
Warga Palestina, lanjutnya, akan tetap berada di lokasi untuk memastikan upaya perampasan rumah oleh penjajah Israel di Shuyukh Tepi Barat dapat digagalkan sepenuhnya dan akses terhadap lahan mereka tetap terjaga.
Sementara itu, Komisi Penanggulangan Kolonisasi dan Perlawanan Tembok menyebutkan bahwa penjajah Israel melakukan 497 serangan terhadap warga Palestina dan properti mereka di Tepi Barat selama Maret, yang menyebabkan sembilan warga Palestina syahid.
Kekerasan oleh pasukan Zionis Israel dan pemukim ilegal di Tepi Barat terus meningkat sejak dimulainya genosida di Jalur Gaza pada Oktober 2023.
Baca Juga: Jumlah Tahanan Palestina di Penjara Israel Lampaui 9.600 Orang
Hingga kini, lebih dari 1.148 warga Palestina dilaporkan syahid, 11.750 lainnya luka-luka, dan sekitar 22.000 orang ditangkap.[]
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Enam Bulan Gencatan Senjata Gaza: Israel Lakukan 2.400 Pelanggaran, Bunuh 754 Orang
















Mina Indonesia
Mina Arabic