MEMASUKI awal Tahun Baru Islam, Muharram 1448 Hijriyah, umat Islam disuguhi satu amalan istimewa yang sayang jika dilewatkan, yairu Puasa Asyura, puasa sunnah pada tanggal 10 Muharram.
Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam menyebut bulan Muharram sebagai “Syahrullah” (Bulan Allah), sebuah gelar yang tidak diberikan kepada bulan-bulan lainnya. Ini menunjukkan betapa istimewanya bulan ini di sisi-Nya.
Dalam sebuah hadits shahih, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
أَفْضَلُ الصِّيَامِ بَعْدَ رَمَضَانَ شَهْرُ اللَّهِ الْمُحَرَّمُ
Baca Juga: Pejuang Media: Jihad dengan Suara dan Tulisan di Era Kompetisi Global
“Puasa yang paling utama setelah puasa Ramadhan adalah puasa pada bulan Allah, Al-Muharram.” (H.R. Muslim).
Para ulama menjelaskan bahwa yang dimaksud dengan puasa di bulan Muharram adalah Puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram. Meskipun ada juga yang berpendapat bahwa keutamaan itu mencakup seluruh hari di bulan tersebut.
Salah satu keistimewaan terbesar dari Puasa Asyura adalah ampunan dosa setahun yang lalu. Ini bukan janji kecil. Ini adalah rahmat besar dari Allah yang diberikan kepada hamba-Nya hanya dengan menahan lapar dan haus sehari penuh.
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam bersabda:
Baca Juga: Konser Andrea Bocelli antara HAM dan Pembelaan terhadap Palestina
سُئِلَ عَنْ صَوْمِ يَوْمِ عَاشُورَاءَ فَقَالَ: يُكَفِّرُ السَّنَةَ الْمَاضِيَةَ
“Ketika beliau ditanya tentang puasa hari Asyura, beliau menjawab: ‘Ia menghapus dosa setahun yang lalu.'” (H.R. Muslim).
Bayangkan, satu hari berpuasa, dan Allah hapus dosa-dosa kita selama setahun penuh. Inilah kasih sayang Allah yang tak terbatas kepada umat Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam.
Mengikuti Jejak Nabi Musa
Baca Juga: Harapan Perdamaian untuk Arab Saudi dan Houthi
Sejarah puasa Asyura dimulai ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam tiba di Madinah dan melihat orang-orang Yahudi berpuasa pada tanggal 10 Muharram. Beliau bertanya, “Apa ini?”
Mereka menjawab, “Ini adalah hari yang baik, hari di mana Allah menyelamatkan Bani Israil dari musuh mereka, maka Nabi Musa berpuasa sebagai wujud syukur.”
Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam lalu bersabda:
أَنَا أَحَقُّ بِمُوسَى مِنْكُمْ
Baca Juga: Masjid Al-Aqsa, Kiblat Pertama, Arah Sujud yang Mengikat Hati Orang Beriman
“Aku lebih berhak terhadap Musa daripada kalian.”
Maka beliau pun berpuasa dan memerintahkan umatnya untuk berpuasa pada hari itu. (H.R. Bukhari dan Muslim).
Di samping puasa Asyura pada tanggal 10 Muharram, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam juga menganjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9 Muharram (Puasa Tasu’ah). Mengapa? Untuk menyelisihi orang Yahudi yang hanya berpuasa pada tanggal 10 saja.
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas Radhiyallahu ‘Anhuma: “Ketika Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam berpuasa pada hari Asyura dan memerintahkan kaum Muslimin untuk melakukannya, ada yang berkata: ‘Wahai Rasulullah, hari ini adalah hari yang diagungkan oleh Yahudi dan Nasrani.’ Maka beliau bersabda: ‘Jika tahun depan tiba, insya Allah kita akan berpuasa pada hari kesembilan (juga).'” Namun Ibnu Abbas berkata: “Belum sampai tahun berikutnya, Rasulullah Shallallahu Alaihi Wasallam sudah wafat.” (H.R. Muslim).
Baca Juga: Menyongsong Bulan Solidaritas Palestina
Maka, bagi yang ingin mendapatkan keutamaan lebih, dianjurkan untuk berpuasa pada tanggal 9 dan 10 Muharram sekaligus. Namun jika hanya mampu satu hari, puasa pada tanggal 10 sudah cukup untuk meraih ampunan dosa setahun.
Berdasarkan kalender Hijriah 1448 H dan Maklumat 1 Muharram yang diumumkan Mahkamah Tinggi Arab Saudi, 1 Muharram 1448 H jatuh pada 16 Juni 2026. Maka, Puasa Tasu’a insya-Allah akan terjadi pada Rabu, 9 Muharram 1448 H., bertepatan dengan 24 Juni 2026 M. Kemudian Puasa Asyura pada Kamis, 10 Muharram 1448 H. bertepatan dengan 25 Juni 2026 M.
Harapan
Tahun baru Islam adalah momentum untuk berbenah. Dan tidak ada pembuka tahun yang lebih baik selain memulai dengan puasa dan taubat. Puasa Asyura adalah hadiah dari Allah di awal tahun, membersihkan dosa-dosa kita yang lalu, dan menyegarkan jiwa untuk melangkah ke tahun yang baru dengan hati yang lebih bersih.
Baca Juga: Menjadi Jurnalis Terbaik: Ketika Pena Menjadi Amanah dan Kebenaran Menjadi Jalan
Semoga kita semua diberi kekuatan untuk menjalankan Puasa Asyura dan meraih ampunan-Nya. Jangan lewatkan kesempatan emas ini.
Selamat menunaikan Puasa Asyura 1448 H. Semoga Allah menerima amal ibadah kita semua.
Aamiin, ya Rabbal ‘alamin. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Rapuhnya Kekuatan Selain Allah
















Mina Indonesia
Mina Arabic