New York, MINA – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan kondisi di Jalur Gaza masih jauh dari kata aman meskipun gencatan senjata telah diberlakukan.
Organisasi dunia itu memperingatkan bahwa ancaman terhadap keselamatan warga sipil masih tinggi akibat kerusakan infrastruktur, keberadaan sisa-sisa bahan peledak, serta terbatasnya akses terhadap bantuan kemanusiaan.
Dalam rilis di laman resminya, Jumat (7/8), PBB menegaskan bahwa penghentian pertempuran tidak otomatis mengakhiri krisis kemanusiaan di Gaza.
Jutaan warga Palestina masih menghadapi kesulitan memperoleh makanan, air bersih, layanan kesehatan, dan tempat tinggal yang layak setelah konflik berkepanjangan menghancurkan sebagian besar fasilitas sipil.
Baca Juga: Ben-Gvir Ikut Terlibat Pembongkaran Paksa Rumah Keluarga Palestina di Yerusalem Timur
PBB juga mengingatkan bahwa distribusi bantuan kemanusiaan masih menghadapi berbagai kendala, termasuk kerusakan jalur transportasi, keterbatasan pasokan logistik, serta tingginya kebutuhan masyarakat yang terus meningkat.
Karena itu, lembaga tersebut mendesak semua pihak menjamin akses kemanusiaan yang aman, cepat, dan tanpa hambatan bagi para petugas bantuan.
Selain persoalan kemanusiaan, badan dunia itu menyoroti ancaman sisa amunisi dan bahan peledak yang belum meledak di berbagai wilayah Gaza.
Kondisi tersebut dinilai membahayakan warga yang mulai kembali ke lingkungan tempat tinggalnya serta menghambat proses pemulihan infrastruktur, pendidikan, dan layanan kesehatan.
Baca Juga: Kementerian Gaza Serukan Perlindungan Terhadap Perempuan, Korban Tewas Capai 11.900
Sejumlah lembaga kemanusiaan internasional juga menilai pemulihan Gaza membutuhkan dukungan jangka panjang dari komunitas internasional.
Selain pembangunan kembali rumah, rumah sakit, sekolah, dan jaringan air bersih, masyarakat Gaza juga memerlukan pemulihan ekonomi, layanan kesehatan mental, serta perlindungan terhadap kelompok rentan, termasuk anak-anak dan perempuan.
PBB kembali menyerukan agar seluruh pihak mematuhi gencatan senjata secara penuh dan menghormati hukum humaniter internasional.
Organisasi tersebut menegaskan bahwa perdamaian yang berkelanjutan tidak cukup hanya dengan menghentikan baku tembak, tetapi juga harus disertai perlindungan terhadap warga sipil, pemulihan kondisi kemanusiaan, serta upaya mewujudkan solusi politik yang adil bagi rakyat Palestina. []
Baca Juga: Sekitar 145 Pemukim Ekstremis Israel Serbu Masjid Al-Aqsa
Mi’raj News Agency (MINA)
















Mina Indonesia
Mina Arabic