Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Khutbah Jumat: Berbakti Kepada Orang Tua, Kunci Kesuksesan dan Keberkahan Hidup

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:21 WIB

Jumat, 28 Agustus 2026 - 07:21 WIB

208 Views ㅤ

Ilustrasi: Berdoa (ist)

KHUTBAH JUMAT kali ini mengingatkan umat akan pentingnya menjaga generasi, dengan topik “Berbakti Kepada Orang Tua, Kunci Kesuksesan dan Keberkahan Hidup,” oleh Ali Farkhan Tsani, Jurnalis MINA News. Berikut naskah selengkapnya.

اَلْحَمْدُ لِلّٰهِ الَّذِيْ هَدَانَا لِهٰذَا، وَمَا كُنَّا لِنَهْتَدِيَ لَوْلَا أَنْ هَدَانَا اللّٰهُ. أَشْهَدُ أَنْ لَا إِلٰهَ إِلَّا اللّٰهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيْكَ لَهُ، وَأَشْهَدُ أَنَّ مُحَمَّدًا عَبْدُهُ وَرَسُوْلُهُ

اَللّٰهُمَّ صَلِّ وَسَلِّمْ وَبَارِكْ عَلَى سَيِّدِنَا مُحَمَّدٍ، وَعَلَى آلِهِ وَصَحْبِهِ أَجْمَعِيْنَ

أَمَّا بَعْدُ، فَيَا عِبَادَ اللّٰهِ، أُوْصِيْكُمْ وَإِيَّايَ بِتَقْوَى اللّٰهِ، فَقَدْ فَازَ الْمُتَّقُوْنَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ حَقَّ تُقَاتِهِ وَلَا تَمُوتُنَّ إِلَّا وَأَنْتُمْ مُسْلِمُونَ

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اتَّقُوا اللَّهَ وَقُولُوا قَوْلًا سَدِيدًا، يُصْلِحْ لَكُمْ أَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوبَكُمْ، وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيمًا

Jamaah Jumat rahimakumullah

Segala puji bagi Allah Tuhan semesta alam. Shalawat dan salam semoga tercurah kepada Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam, beserta keluarganya, para sahabatnya dan pengikutnya yang setia hingga Yaumul Kiamah.

Kita bersaksi bahwa tiada Tuhan selain Allah, dan kita bersaksi bahwa Muhammad adalah hamba dan utusan-Nya.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Merajut Ishlah Mewujudkan Ukhuwah Islamiyah

Selanjutnya, marilah kita senantiasa meningkatkan ketakwaan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dengan menjalankan segala perintah-Nya dan menjauhi segala larangan-Nya. Karena takwa adalah bekal terbaik bagi kehidupan dunia dan keselamatan di akhirat.

Jamaah Jumat yang dimuliakan Allah

Pada khutbah kali ini, marilah kita renungkan sebuah tema yang sangat penting dalam kehidupan kita, yaitu “Berbakti Kepada Orang Tua, Kunci Kesuksesan dan Keberkahan Hidup.”

Kaum Muslimin yang dimuliakan Allah,

Baca Juga: Khutbah Jumat: Menolong Agama Allah

Setiap Muslim tentu ingin sukses. Ada yang mengejar kesuksesan dengan ilmu, kerja keras, usaha, jabatan, dan harta. Semua itu adalah ikhtiar yang diperintahkan oleh Islam.

Namun jangan pernah lupa, ada satu sebab besar yang sering tidak terlihat, tetapi memiliki pengaruh luar biasa dalam kehidupan manusia, yaitu doa kekedua orang tua.

Di balik kesuksesan seorang anak, sering ada seorang ibu yang tidak pernah berhenti mendoakannya. Ada seorang ayah yang mungkin tidak banyak berbicara, tetapi sepanjang hidupnya berjuang agar anak-anaknya menjadi orang yang baik dan berhasil.

Begitu mulianya kedudukan kedua orang tua, Allah Subhanahu wa Ta’ala menyandingkan perintah beribadah kepada-Nya dengan perintah berbuat baik kepada orang tua.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Rizki Terbaik Berkah di Dunia, Bekal di Akhirat

Allah berfirman:

وَاعْبُدُوا اللَّهَ وَلَا تُشْرِكُوا بِهِ شَيْئًا وَبِالْوَالِدَيْنِ إِحْسَانًا

“Sembahlah Allah dan janganlah kamu mempersekutukan-Nya dengan sesuatu apa pun. Dan berbuat baiklah kepada kedua orang tua.” (QS. An-Nisa: 36)

Begitu mulianya jamaah sekalian, setelah perintah mentauhidkan Allah, Allah langsung menyebut kewajiban berbuat baik kepada kedua orang tua.

Ini menunjukkan bahwa berbakti kepada orang tua bukan perkara kecil. Ia adalah ibadah besar setelah kewajiban kepada Allah.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Menjaga Komitmen Baiat dan Perjanjian

Pada ayat lain Allah juga berfirman:

وَوَصَّيْنَا الْإِنسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا ۖ وَإِن جَاهَدَاكَ لِتُشْرِكَ بِي مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ فَلَا تُطِعْهُمَا ۚ إِلَيَّ مَرْجِعُكُمْ فَأُنَبِّئُكُم بِمَا كُنتُمْ تَعْمَلُونَ

“Dan Kami wajibkan manusia berbuat kebaikan kepada kedua orang tuanya. Dan jika keduanya memaksamu untuk mempersekutukan Aku dengan sesuatu yang engkau tidak mempunyai ilmu tentang itu, maka janganlah engkau menaati keduanya, tetapi pergaulilah keduanya di dunia dengan baik.” (QS. Al-Ankabut: 8)

Ayat ini menunjukkan bahwa sekalipun dalam perkara akidah kita tidak boleh mengikuti orang tua yang mengajak kepada kemaksiatan, tetapi dalam urusan dunia kita tetap diperintahkan untuk memperlakukan mereka dengan baik.

Pada ayat lain Allah menegaskan lagi:

Baca Juga: Khutbah Jumat: Risalah Kemanusiaan dari Bumi Palestina

وَقَضٰى رَبُّكَ اَلَّا تَعْبُدُوْٓا اِلَّآ اِيَّاهُ وَبِالْوَالِدَيْنِ اِحْسٰنًاۗ اِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ اَحَدُهُمَآ اَوْ كِلٰهُمَا فَلَا تَقُلْ لَّهُمَآ اُفٍّ وَّلَا تَنْهَرْهُمَا وَقُلْ لَّهُمَا قَوْلًا كَرِيْمًا

“Tuhanmu telah memerintahkan agar kamu jangan menyembah selain Dia dan hendaklah berbuat baik kepada ibu bapak. Jika salah seorang di antara keduanya atau kedua-duanya sampai berusia lanjut dalam pemeliharaanmu, maka sekali-kali janganlah engkau mengatakan kepada keduanya perkataan “ah” dan janganlah engkau membentak keduanya, serta ucapkanlah kepada keduanya perkataan yang baik.” (QS. Al-Isra: 23).

Berkaitan dengan ayat ini, di dalam kitab Li Yaddabbaru Ayatih, Syaikh Prof. Dr. Umar bin Abdullah al-Muqbil, guru besar fakultas syari’ah Universitas Qashim, Saudi Arabia, menjelaskan:

Pertama, { إِمَّا يَبْلُغَنَّ عِنْدَكَ الْكِبَرَ } penisbatan dzorf “عندك” dalam kalimat ini, ini menunjukkan akan tanggung jawab yang besar seorang anak terhadap kedua orangtuanya sekalipun mereka berada di rumah yang berbeda, atau bahkan jika keduanya tinggal di kota atau negara yang berbeda dengan sang anak maka berbakti kepada keduanya tetap menjadi kewajiban anak.

Kedua, Saat kedua orangtua mencapai masa tua mereka hal dibutuhkan olehnya adalah pelayanan khusus, diantara yang paling mereka butuhkan adalah pelayanan yang dapat menggantikan masa-masa muda mereka tatkala kekuatan masih sempurna. Oleh karena itu mereka begitu antusias menunggu respon baik dan pelayanan yang baik dari anak-anaknya.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Kehidupan Dunia Tempat Menanam Kebaikan

Selanjutnya Rasulullah Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda:

رِضَا اللهِ فِي رِضَا الْوَالِدَيْنِ، وَسَخَطُ اللهِ فِي سَخَطِ الْوَالِدَيْنِ

“Ridha Allah tergantung pada ridha kedua orang tua, dan kemurkaan Allah tergantung pada kemurkaan kedua orang tua.” (HR. Tirmidzi).

Hadits ini mengajarkan kepada kita bahwa jalan menuju keridhaan Allah sangat erat kaitannya dengan sikap kita kepada ayah dan ibu.

Hadirin yang Dimuliakan Allah

Baca Juga: Khutbah Jumat: Islam Menjaga Perdamaian  

Kemudian, dalam fakta sehari-hari, kadang manusia setelah menikah merasa bahwa orang tuanya sudah tidak penting lagi. Padahal pernikahan tidak pernah menghapus kewajiban seorang anak untuk berbakti. Seorang suami memiliki kewajiban kepada istrinya. Seorang istri memiliki kewajiban kepada suaminya dalam perkara yang ma’ruf. Namun kedudukan kedua orang tua sesungguhnya tetap tidak tergantikan.

Bahkan seorang anak yang telah berkeluarga tetap harus menjaga hati ayah dan ibunya, mendengarkan nasihat mereka, mengunjungi mereka, membantu mereka, dan mendoakan mereka. Karena keluarga yang mendapatkan keberkahan adalah keluarga yang tidak melupakan orang tua.

Karenanya, selama orang tua masih hidup, jangan sia-siakan kesempatan. Dengarkan perkataan mereka. Bahagiakan hati mereka. Minta doa mereka. Jangan tunggu mereka tiada, baru kita menyesal.

Sebab ketika salah satu orang tua meninggal dunia, maka berkuranglah satu pintu doa yang mustajabah untuk kita. Terlebih, ketika kedua orang tua telah tiada, tidak ada lagi ayah dan ibu yang setiap saat menyebut nama kita dalam munajat mereka kepada Allah.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Mentadaburi Surat Al-Isra dalam Pembebasan Al-Aqsa

Karenanya, janganlah kita sibuk mencari harapan dari manusia, tetapi lupa mencari keberkahan dari doa orang tua.

Marilah hadirin yang dimuliakan Allah,

Kita jadikan bakti kepada orang tua sebagai jalan menuju keberkahan keluarga. Ajarkan pula kepada anak-anak kita bahwa sukses bukan hanya tentang menjadi kaya, tetapi tentang menjadi manusia yang Allah cintai, yaitu dengan berbakti kepada kedua orang tua.

Ajarkan kepada mereka bahwa orang hebat bukan hanya yang memiliki jabatan tinggi, tetapi yang tetap menundukkan hati di hadapan ayah dan ibunya.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Melestarikan Alam Menyelamatkan Kehidupan

Ada kata-kata Mutiara yang mengatakan, “Jangan tunggu orang tua tiada untuk menyadari bahwa doa merekalah salah satu sebab terbesar keberhasilan kita.”

“Siapa yang ingin hidupnya dimudahkan Allah, jangan pernah mempersulit hati ayah dan ibunya.”

“Di balik anak yang sukses, sering ada doa orang tua yang tidak pernah putus untuk kita.”

Demikianlah semoga kita dapat mengamalkannya, dan menjadikan bakti kepada kedua orang tua sebagai jalan keberkahan dan kesuksesan hidup, dunia hingga akherat. Aamiin yaa Robbal ‘aalamiin.

Baca Juga: Khutbah Jumat: Jangan Pernah Berhenti Menyuarakan Al-Aqsa

بَارَكَ اللّٰهُ لِي وَلَكُمْ فِي الْقُرْآنِ الْعَظِيْمِ، وَنَفَعَنِي وَإِيَّاكُمْ بِمَا فِيْهِ مِنَ الْآيَاتِ وَالذِّكْرِ الْحَكِيْمِ. أَقُوْلُ قَوْلِي هٰذَا وَأَسْتَغْفِرُ اللّٰهَ لِي وَلَكُمْ، فَاسْتَغْفِرُوْهُ إِنَّهُ هُوَ الْغَفُوْرُ الرَّحِيْمُ.

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda

Khutbah Jumat
Khutbah Jumat
Khutbah Jumat: Kewajiban Menolong Warga Palestina yang Terjajah
Khutbah Jumat
Khutbah Jumat
Info MINA