Image for large screens Image for small screens

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Damai di Palestina = Damai di Dunia

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Masjidil Aqsa Lambang Kehormatan Umat Islam yang Ternoda

Ali Farkhan Tsani Editor : Widi Kusnadi - Kamis, 4 Juni 2026 - 03:17 WIB

Kamis, 4 Juni 2026 - 03:17 WIB

49 Views ㅤ

Israeli security forces stand guard as a Palestinian Muslim worshippers (unseen) perform traditional Friday prayers in a street outside the Old City in East Jerusalem on September 26, 2014. The Israeli government has restricted access to the Al-Aqsa mosque compound, Islam's third holiest shrine, to men under 50, in an attempt to restrict violent clashes after the Friday prayers. The Dome of the Rock mosque, part of the Al-Aqsa mosque compound is seen in the background. AFP PHOTO/ AHMAD GHARABLI (Photo credit should read AHMAD GHARABLI/AFP/Getty Images)

DI SUDUT mana pun di bumi ini kita berpijak, ada satu tempat yang detak jantungnya selalu bergetar bersamaan dengan iman setiap muslim. Itulah Masjidil Aqsa.

Masjidil Aqsa Bukan sekadar bangunan batu dan kubah, melainkan simbol kehormatan, naungan keberkahan, dan poros persatuan umat Islam sepanjang zaman.

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

سُبْحٰنَ الَّذِيْٓ اَسْرٰى بِعَبْدِهٖ لَيْلًا مِّنَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ اِلَى الْمَسْجِدِ الْاَقْصَا الَّذِيْ بٰرَكْنَا حَوْلَهٗ لِنُرِيَهٗ مِنْ اٰيٰتِنَاۗ اِنَّهٗ هُوَ السَّمِيْعُ الْبَصِيْرُ

Baca Juga: Sesama Muslim Bersaudara: Merawat Ukhuwah, Membela yang Tertindas

“Maha Suci Allah yang telah memperjalankan hamba-Nya pada malam hari dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS. Al-Isra’ [17]: 1).

Ayat ini bukan hanya berkisah tentang perjalanan suci Nabi Muhammad Shallallahu ‘Alaihi Wasallam. Tetapi sekaligus deklarasi tegas tentang kemuliaan Masjidil Aqsa. Allah sendiri yang menyebutnya sebagai tempat yang diberkahi. Di sekelilingnya, rahmat dan karunia Ilahi mengalir. Maka, ketika berkah itu dilanggar dan kesucian itu dinodai oleh pendudukan yang zalim, sesungguhnya yang ternoda bukan hanya tembok dan kubahnya, bukan hanya pintu dan koridornya, melainkan wajah kehormatan umat Islam itu sendiri.

Maka, ketika seorang tentara Zionis dengan seenaknya memasuki halaman Masjidil Aqsa dengan sepatu botnya. Atau ketika seorang pemukim yahudi ekstrem menodai dindingnya, sejatinya dia sedang menodai wajah 2 miliar umat Islam di seluruh dunia.

Maka, ketika Masjidil Aqsa dinodai, yang ternoda adalah rantai kehormatan itu sendiri. Umat Islam terhinakan bukan karena jumlah musuh yang banyak, tetapi karena sebagian dari umat Islam telah lupa bahwa Masjidil Aqsa adalah mahkota umat Islam. Mahkota yang kini diinjak-injak di depan mata, sementara banyak dari umat Islam yang masih sibuk dengan perselisihan kecil yang memecah belah.

Baca Juga: Bersyukur Tak Bertapi, Bersabar Tak Bertepi

Masjidil Aqsa kurang menjadi perhatian dalam perjuangan umat Islam. Masjidil Aqsa juga kurang mendapatkan porsi yang layak dalam pembelajaran di sekolah-sekolah Islam. Masjidil Aqsa juga kurang mendapatkan perhatian  intensif dalam kajian-kajian, dalam khutbah-khutbah Jumat, pada seminar-seminar dan dalam berbagai pertemuan tokoh umat Islam tingkat tinggi di dunia.

Para petinggi umat Islam lebih senang jika membicarakan soalan peningkatan ekonomi, fluktuasi saham dan harga emas, eksplorasi gas alam, dan berbagai pembicaraan terkait bisnis lainnya.

Masjidil Aqsa Memanggil

Ada fakta menyakitkan yang harus kita akui, bahwa penghinaan terhadap Masjidil Aqsa adalah cermin dari penghinaan terhadap umat Islam secara keseluruhan.

Baca Juga: Membaca Ulang Resolusi Jihad dan Makna Hari Santri Nasional

Setiap kali kita membiarkan Masjidil Aqsa dinodai tanpa kepedulian yang sungguh-sungguh, baik dengan lisan, harta, maupun Tindakan, maka kita sedang merestui ternodanya harga diri kita sendiri.

Namun terlepas dari kondisi apapun itu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam sudah menetapkan, bahwa akan selalu ada orang-orang yang berjuang membela Baitul Maqdis tempat di mana Masjidil Aqsa berada.

Seperti disebutkan dalam sabdanya:

لَا تَزَالُ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي عَلَى الْحَقِّ ظَاهِرِينَ لَعَدُوِّهِمْ قَاهِرِينَ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَالَفَهُمْ إِلَّا مَا أَصَابَهُمْ مِنْ لَأْوَاءَحَتَّى يَأْتِيَهُمْ أَمْرُ اللَّهِ وَهُمْ كَذَلِكَ قَالُوا يَا رَسُولَ اللَّهِ وَأَيْنَ هُمْ قَالَ بِبَيْتِ الْمَقْدِسِ وَأَكْنَافِ بَيْتِ الْمَقْدِسِ

Baca Juga: Alhamdulillah di Ufuk Pagi: Mensyukuri Terbukanya Mata

“Senantiasa ada kelompok dari umatku yang menampakkan kebenaran terhadap musuh mereka. Mereka mengalahkannya, dan tidak ada yang membahayakan mereka orang-orang yang menentangnya, hingga datang kepada mereka keputusan Allah ‘azza wa jalla, dan tetaplah dalam keadaan demikian”. Para sahabat bertanya, “Wahai Rasulullah, di manakah mereka?” Rasulullah bersabda, “Di Baitul Maqdis dan di sisi-sisi Baitul Maqdis”. (HR. Ahmad).

Berarti memang akan selalu ada kelompok dari umat Islam yang selalu berjihad dalam menegakkan kebenaran. Selalu ada kelompok pembela Baitul Maqdis.

Mereka tidak takut dan tidak khawatir akan bahaya yang mengintai dirinya dan keluarganya, serta tidak takut akan ancaman musuh-musuhnya. Sebab mereka amat yakin bahwa mereka berjuang untuk dan karena Allah. Sehingga dengan demikian Allah adalah pelindungnya, Allah adalah penjaganya, dan Allah penolongnya. Maka tatkala Allah menjadi pelindungnya, penjaganya dan penolongnya, maka semua bahaya dan ancaman itu tidak masalah.

Namun kemenangan itu tentu tidak turun begitu saja. Kemenangan adalah hasil dari kesadaran kolektif bahwa Masjidil Aqsa adalah ujian kehormatan umat Islam.

Baca Juga: Pentingnya Tabayun dan Relevansinya di Era Digital

Jangan biarkan Masjidil Aqsa sendirian. Jangan biarkan kubahnya yang keemasan itu bersedih di bawah langit kelabu Palestina. Sementara hati kita dingin tak bergeming.

Jika puin Masjidil Aqsa ternoda, maka marilah kita sucikan kembali dengan doa, dengan suara kebenaran, dengan literasi dan edukasi, dengan aksi-aksi, dan dengan persatuan dan kesatuan umat Islam.

Karena sesungguhnya, selama Masjidil Aqsa masih berdiri, kehormatan Islam masih punya harapan.

Wallahu a’lam bish-shawab. []

Baca Juga: Ketika Kemarau Panjang Melanda: Saatnya Mengetuk Pintu Langit dengan Shalat Istisqa

Mi’raj News Agency (MINA)

Rekomendasi untuk Anda