Islamabad, MINA – Pemerintah Pakistan secara resmi melayangkan seruan mendalam kepada Amerika Serikat (AS) dan Iran untuk tetap mematuhi komitmen gencatan senjata, meskipun perundingan tingkat tinggi yang digelar di Islamabad berakhir tanpa kesepakatan.
Menteri Luar Negeri Pakistan Mohammad Ishaq Dar menegaskan bahwa stabilitas kawasan saat ini berada di titik nadir, dan kegagalan dalam menahan diri hanya akan memicu eskalasi militer yang merugikan kedua belah pihak serta negara-negara Muslim di sekitarnya. Pakistan Today melaporkan, Senin (13/4).
Kegagalan negosiasi ini dipicu oleh perbedaan tajam mengenai mekanisme pengawasan nuklir dan tuntutan pencabutan sanksi ekonomi secara menyeluruh oleh Teheran.
Pakistan yang bertindak sebagai fasilitator menyatakan bahwa meskipun kesepakatan final belum tercapai, dialog yang telah berlangsung seharusnya menjadi modal politik untuk menghindari konfrontasi bersenjata.
Baca Juga: Pakistan Terus Dorong Diplomasi, Upaya Damai AS-Iran Belum Berhenti
Islamabad berharap kedua negara tidak mengambil langkah provokatif yang dapat menghancurkan upaya damai yang telah dibangun dalam beberapa bulan terakhir.
Situasi kian mencekam setelah munculnya ancaman blokade di Selat Hormuz oleh Washington sebagai respons atas kebuntuan tersebut.
Pakistan menekankan bahwa menjaga keamanan jalur pelayaran internasional adalah tanggung jawab bersama, dan tindakan militer sepihak di kawasan tersebut hanya akan memperburuk krisis energi global.
Sebagai negara tetangga yang memiliki hubungan strategis dengan Iran sekaligus hubungan diplomatik dengan AS, Pakistan merasa berkepentingan langsung untuk mencegah pecahnya perang terbuka.
Baca Juga: Arab Saudi Mulai Berlakukan Pembatasan Masuk Mekkah Jelang Musim Haji 2026
Islamabad berupaya meyakinkan Teheran dan Washington bahwa gencatan senjata bukan sekadar penghentian tembak-menembak, melainkan ruang bagi diplomasi kemanusiaan. Langkah ini sangat krusial mengingat jutaan nyawa di kawasan tersebut bergantung pada stabilitas keamanan dan akses ekonomi yang tidak terhambat oleh konflik bersenjata. []
Mi’raj News Agency (MINA)
Baca Juga: Hezbollah Sebut Perundingan dengan Israel Sia-sia, Tegaskan Pilih Jalur Perlawanan
















Mina Indonesia
Mina Arabic